Cerita Bikin Visa Jepang

Abaikan jeda nulis yang lama banget ini ya 😦 Kali ini mau cerita proses pembuatan visa buat ke Jepang kemarin. Jadi untuk pertama kali dalam hidup akhirnya saya mengunjungi negara yang pake visa. Hahaha norak yaa. Tapi beneran rasanya tuh seneng banget, hal yang sebelumnya cuma ada di angan-angan saya tau-tau jadi kenyataan aja. There’s always a first time for everything 🙂

Selama ini cuma denger cerita sekelibat aja dari orang-orang kalau proses bikin visa tuh ribet dan belum tentu bakal diapprove. Tapi ternyata beda ceritanya sama visa Jepang. Sebelum mulai bikin visa selain googling, saya juga cari info dari temen yang udah pernah buat visa Jepang. Dan memang sempet denger kalau mulai tahun ini bisa bebas visa ke Jepang, tapi bukan berarti ujuk-ujuk langsung terbang kesana tanpa pegang visa sama sekali ya. Yang dimaksud bebas visa itu kita ga perlu lagi nyerahin segala berkas dan dokumen yang biasanya dibutuhkan untuk pembuatan visa. Tapi kita tetep harus datang ke kedutaan untuk nyerahin formulir permintaan visa dan e-paspor lalu tinggal tunggu visa Jepangnya jadi. Setau saya, bebas visa Jepang ini hanya berlaku bagi pemegang e-paspor dan udah pasti akan diapprove visanya. Ga perlu deg-degan ga bakal diapprove, katanya sih gitu yaa 😀

Nah berhubung paspor saya dan suami masih yang biasa dan bikin e-paspor juga katanya perlu waktu kurang lebih 4/5 hari kerja disertai dengan tambahan biaya sebesar Rp 600.000/paspor, kita putuskan buat mengajukan permintaan visa langsung ke kedutaan tanpa mengganti paspor jadi e-paspor. Dan dari beberapa sumber yang saya baca, sebenarnya pengajuan visa Jepang ini katanya juga lagi dipermudah banget sekarang asalkan syarat dan dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap.

Berikut beberapa dokumen yang perlu dilengkapi untuk pengajuan visa Jepang :

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa (download disini) dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram). Untuk pas foto sih saya ke studio photo macam M studio gitu yang emang udah biasa bikin foto paspor jadi baik lata
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang (download disini). Jadwal perjalanannya ga perlu terlalu detail, yang penting dikasih tau aja garis besarnya kita mau kemana aja dalam 1 hari.
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:

    Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Waktu baca beberapa blog, hampir semua bilang turut menyertakan surat keterangan kerja dari kantor tempat yang bersangkutan bekerja sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi. Berhubung saya dan suami bukan karyawan kantoran, jadi ga mungkin kita bisa dapet surat keterangan kerja kan. Sebenernya sih liat syarat di web kedutaannya sendiri ga diminta surat keterangan kerja. Tapi karna baca banyak yang nyertain, jadi serem juga kalo sampe ga diapprove gara-gara itu.

Setelah semua dokumen dan syarat yang diminta lengkap, akhirnya kita berangkat ke Kedutaan Besar Jepang di daerah Thamrin tepatnya di Jl. M.H. Thamrin 24, Jakarta Pusat, letaknya persis di sebelah EX. Untuk pengajuan visa bisa datang dari jam 08.30 sampai 12.00 Selanjutnya dari jam 13.30 sampai 15.00 yang dibuka adalah untuk pengambilan visa. Waktu dateng kesana ternyata antrian udah cukup panjang. Begitu masuk ruangan kita ambil nomor antri untuk pengajuan visa, dan tinggal tunggu nomornya dipanggil. Setelah menunggu kurang lebih selama 1,5 jam akhirnya sampe nomor antrian kita. Cukup nyerahin dokumen yang udah disiapkan dan nanti akan diperiksa sama petugasnya. Pertanyaan yang diajukan juga bukan yang gimana-gimana sih cuma nanya kita ke Jepang mau liburan atau ngapain dan berapa lama disana. Setelah itu petugas ngasih semacam receipt ke kita untuk pengambilan visa di hari yang udah ditentukan (biasanya setelah 4 hari kerja).

Setelah 4 hari kerja kita balik ke kedutaan untuk ambil visa, seperti biasa ambil nomor antri dan nunggu giliran. Kali ini lebih cepet sampe gilirannya karna semua yang kesana emang cuma mau ambil visa aja. Begitu sampe giliran kita, udah deg-degan aja ya secara belum pernah apply visa sama sekali. Hehehe. Tapiii yaaaayyy akhirnya visa diapprove dan sekarang tinggal siapin perintilan buat berangkat kesana aja. Oh iya jangan lupa siapin uang Rp 320.000 per orang untuk biaya visanya ya.. Jadi kecemasan saya akan surat keterangan dari kantor sungguh tidak beralasan karna ya memang bukan syarat mutlak yang dibutuhkan mereka.

Selama disana, saya juga liat ada yang beberapa kali bolak-balik dari counter buat nyerahin dokumen karna beberapa syarat mungkin belum lengkap. Intinya sih asal dokumen lengkap dan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, sama sekali ga susah untuk mengajukan visa Jepang. Jadi buat yang mau ngurus visa sendiri juga pasti bisa kok ga susah juga persyaratannya, good luck! 😀