Flashback

gratitude-quotes-10

(source)
Manusia boleh berencana tapi semua Tuhan yang menentukan.

Kami boleh punya 1000 rencana tapi kalau Tuhan bilang itu bukan yang terbaik buat kami, ya ngga ada satu pun yang kejadian 🙂

Hidup kami naik turun macam roller coaster. Berjuang dari hari ke hari supaya dapur tetap ngebul.

Tahun ke tahun kami cemas gimana nanti buat bayar kontrakan rumah.

Cuma 1 mobil tua yang selalu setia nemenin kami hunting barang, ikut bazaar yang keuntungannya tak seberapa dibandingin capenya, kesana kesini ketemu supplier, ambil barang, atau sekedar berjalan melepas penat.

Kalau dilihat kok hidup kami kayak berjalan dalam lingkaran dan ga keluar-keluar dari sana. Nanti ada saat-saat kayaknya semua berjalan baik, trus tiba-tiba terjun bebas ke tanah.

Ada yang salah dalam hidup kami, makanya kenapa kami masih berkutat di lingkaran itu. Sama seperti bangsa Israel yang sebenarnya cuma memerlukan waktu 11 hari untuk sampai ke Tanah Perjanjian. Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain dengan membawa mereka melalui jalan di padang gurun selama 40 tahun.

Tapi kalau kami lihat ke belakang sekarang kami sadar Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kami karna Tuhan punya rencana yang manis. Dan ga akan ada yang namanya manis kalau kita ga ngerasain yang pahit terlebih dulu.

Kalau kami ngotot dengan semua rencana kami, belum tentu kami bisa mengecap rencana manis yang Tuhan berikan hari ini.

Tuhan bawa kami melewati padang gurun karna di sanalah kami diproses dan dibentuk. Dipersiapkan untuk menuju tanah perjanjian. Banyak ketakutan, banyak air mata, banyak pertengkaran, banyak kekecewaan tapi pada akhirnya kami boleh melihat kalau Tuhan itu baik. Sungguh teramat baik.

Semua yang kami terima, semua yang kami nikmati detik ini semua murni cuma kemurahan Tuhan. Bukan karna kuat dan gagah kami karna ya kami ini memang ga ada apa-apanya di mata Tuhan. Cuma seoonggok debu yang kalau ditiup akan hilang saat itu juga. Makanya Tuhan bawa kami untuk lihat, ini loh Aku mampu melakukan apa yang jauh di luar pikiranmu.

Belum, kami masih jauh dari kata sempurna. Kami masih berjuang untuk jadi lebih baik, masih berjuang untuk menghidupi keluarga kecil ini, masih berjuang untuk anak yang harus kami didik sampai nanti dia besar. Tapi dalam prosesnya Tuhan jawab satu per satu doa kami. Tuhan berikan kami tempat berteduh, ga perlu lagi cemas mikirin bayar kontrakan tiap tahun. Tuhan berikan kami kendaraan yang sangat baik, ga perlu keluar masuk bengkel setiap bulan dan nguras seluruh tabungan. Yang paling utama Tuhan berikan kami Biel, berkat dan kebahagiaan yang ga akan bisa digantikan dengan apapun juga. Dan sampai detik ini Tuhan terus lakukan perkara-perkara yang ajaib yang ga pernah kami pikirkan sebelumnya.

Malam ini Tuhan bawa saya untuk mengingat semua kebaikan Tuhan. Kenapa? Karna manusia itu sedikit aja susah, ngeluhnya udah panjang banget. Punya rencana abc terus ga ada yang jadi juga gampang bersungut-sungut, ga ingat kalau rencana Tuhan udah pasti yang paling baik. Disentil sama tulisan sendiri karna otak ini lebih gampang ngeluhnya daripada bersyukur. Padahal sih harusnya tau diri ya, harusnya banyak banyak bersyukur karna kemurahan Tuhan buat kami ini udah luar biasa banyaknya *ngomel ke diri sendiri*

A reminder to my self.

Good night.

Bersyukur

Bersyukur. Ditulisnya gampang, dipraktekkan waktu lagi senang juga gampang. Tapi begitu masalah datang silih berganti, suasana hati ga menentu melakukan 1 kata itu susahnya ampun-ampunan. Gatau diri. Udah dicukupkan semuanya sama Tuhan, masih bisa makan tiap hari, masih punya tempat tinggal, masih aja ngeluh.

Kalau lagi sedih sukanya ngeliat ke atas, ya jelas ga akan ada habisnya. Tiap sedih yang dipikirkan cuma kekurangannya, ga pernah mikir kalau segala sesuatu yang Tuhan kasih jauh melebihi semua kekurangan yang kita pikirkan itu. Seharusnya  bersyukur masih Tuhan pelihara, masih Tuhan kasih kesehatan, masih Tuhan kasih keluarga yang lengkap, masih Tuhan kasih suami yang setia menemani. Hal-hal itu jauh lebih berharga dari segala sesuatu di dunia, ga bisa dibeli bahkan dengan uang sekalipun.

Kalau lagi sedih, kalau keadaan mungkin lagi ga memihak, harus terus ingat apa kebaikan Tuhan. Bersyukur. Harus selalu ingat pertolongan yang udah Tuhan kasih. Setiap rencana Tuhan selalu baik, selalu indah pada waktu-Nya. “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

God will never let you walk alone in your darkest hour. He’ll be there, down every road. You’ll never walk alone.

 

“For You will light my lamp; The Lord my God will enlighten my darkness.” (Psalm 18:28)

“Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; Tuhan, Allahku menyinari kegelapanku.” (Mazmur 18:29)

 

– a note to myself –

Let us rise up and be thankful

Empty Hospital Bedsource

Hari ini kita ke rumah sakit untuk jenguk saudara yang baru selesai operasi. Saya sebenernya paling ga suka ke rumah sakit, bukannya kenapa, tapi nyium bau rumah sakit aja rasanya jadi cemas. Apalagi kalau liat banyak pasien yang lalu lalang dengan entah berbagai rasa sakit yang lagi mereka tanggung. Ah ga tahan ngeliatnya..

Dalam perjalanan menyusuri lorong rumah sakit, ada banyak pasien yang terbaring ga berdaya di tempat tidur dorong. Mungkin baru sehabis operasi dan mau dipindahkan ke kamar rawat inapnya. Semua pasien yang terbaring di tempat tidur mukanya pucat, ada juga yang harus menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas, ada yang hanya bisa memejamkan mata atau sekedar menatap nanar ke langit-langit.

Sedangkan saya? Saya masih bisa jalan kaki di lorong-lorong sambil menikmati pekarangan rumah sakit yang cantik, bisa menggerakkan kaki dan tangan sesuka saya, dan bahkan bisa bernafas tanpa merasa sakit sedikitpun. Bukan karna mau berbahagia di atas penderitaan orang, tapi detik itu saya sadar betapa beruntungnya masih dikasih kesempatan untuk menikmati semua ini.

Sepele ya, tapi seberapa sering sih saya mengucap syukur untuk setiap tarikan nafas di saat bangun pagi? Seberapa sering saya bersyukur untuk organ tubuh yang masih berfungsi sempurna?

Ah Tuhan, sesungguhnya betapa aku bersyukur untuk nikmatMu yang satu ini.

Mudah-mudahan mereka yang sekarang sedang sakit selalu dikuatkan dan diberi kesembuhan. Amin.

 “Let us rise up and be thankful, for if we didn’t learn a lot at least we learned a little, and if we didn’t learn a little, at least we didn’t get sick, and if we got sick, at least we didn’t die; so, let us all be thankful.” – Gautama Buddha

Sudahkah kita bersyukur?

tumblr_lvmydf9MRb1qii5iio1_500

Kemarin malam kita keluar untuk beli dimsum di deket sini. Sembari nunggu dimsumnya disiapin, ada bapak-bapak lewat di depan toko sambil narik gerobak yang sepertinya berisi barang-barang bekas. Tanpa menggunakan alas kaki, bapak ini berjalan sendiri narik gerobak sambil memegang gelas yang berisi kopi hitam di tangan kirinya.

Setelah beli dimsum, di jalan pulang kita ngobrol tentang bapak yang tadi lewat. Malem-malem kayak gini dia masih kerja untuk nyari sesuap nasi, atau mungkin untuk memberi sesuap nasi buat keluarganya di rumah. Narik gerobak, ditemani segelas kopi untuk menambah stamina atau mungkin sekedar sebagai penambah semangat.

Cape pasti, seharian narik gerobak itu kemana-mana. Kena sengatan matahari dari siang bolong sampai hari berganti malam.

Seringkali saya suka mengeluh untuk hal-hal yang ga penting. Seringkali merasa kurang ini dan kurang itu. Kadang kalau pas lagi coba makanan di tempat baru dan makanannya ga enak, selesai makan pasti ngoceh ah makanannya ga enak ya. Ga mikir kalau di luar sana ada orang-orang yang bahkan mau makan sesuap nasi aja mesti dicari susah payah.

Harusnya bersyukur.. Setiap hari masih bisa makan dengan lauk yang berkecukupan. Sayur cukup, daging juga cukup. Walaupun belum punya rumah sendiri, bersyukur karna masih dikasih tempat berlindung di rumah yang nyaman. Masih bisa tidur di ruangan berAC, masih bisa tidur di atas kasur. Masih bisa mandi dengan air yang bersih tanpa takut kehabisan air.

Bersyukur masih punya penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bersyukur atas segala sesuatu yang sudah dimiliki.

Kalau selalu ngeliat ke atas, ga akan ada habisnya segala yang dirasa masih kurang. Sekali-sekali lihat ke bawah supaya diri sendiri tertampar dan malu karna sering mengeluh. Tapi seharusnya ga perlu sampai ngeliat ke bawah dulu, lalu baru bersyukur atas apa yang udah dimiliki.

Seharusnya bersyukur dilakukan setiap saat, saat susah maupun senang.

Kalau lagi senang rasanya pasti lebih mudah untuk bersyukur, begitu ada masalah sedikit mulai deh rentetan keluhan yang bahkan suka ga sadar diucapkan keluar gitu aja dari mulut. Aaaakk harus bisa direm supaya kelak bisa jadi contoh buat anak-anakku nanti. Amin. *aminin sendiri*

Saya belajar untuk lebih bersyukur. Bersyukur karna keadaan sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu. Sadar kalau ucapan syukur itu selalu manjur buat hati jadi lebih tenang. Ucapan syukur buat saya belajar untuk berpuas akan hal-hal yang sudah saya miliki. Bukan cuma mengeluh atas apa yang belum dimiliki. Ucapan syukur buat saya sadar kalau Tuhan ga pernah meninggalkan saya barang sedetikpun 🙂

Tapi ya namanya manusia, kadang ingat bersyukur, kadang suka ga sadar ngeluh melulu. Setidaknya saya bersyukur masih diingatkan untuk selalu bersyukur.

Sudahkan kita bersyukur hari ini? 🙂

“Let gratitude be the pillow upon which you kneel to say your nightly prayer. And let faith be the bridge you build to overcome evil and welcome good.” – Maya Angelou