Bersyukur

Bersyukur. Ditulisnya gampang, dipraktekkan waktu lagi senang juga gampang. Tapi begitu masalah datang silih berganti, suasana hati ga menentu melakukan 1 kata itu susahnya ampun-ampunan. Gatau diri. Udah dicukupkan semuanya sama Tuhan, masih bisa makan tiap hari, masih punya tempat tinggal, masih aja ngeluh.

Kalau lagi sedih sukanya ngeliat ke atas, ya jelas ga akan ada habisnya. Tiap sedih yang dipikirkan cuma kekurangannya, ga pernah mikir kalau segala sesuatu yang Tuhan kasih jauh melebihi semua kekurangan yang kita pikirkan itu. Seharusnya  bersyukur masih Tuhan pelihara, masih Tuhan kasih kesehatan, masih Tuhan kasih keluarga yang lengkap, masih Tuhan kasih suami yang setia menemani. Hal-hal itu jauh lebih berharga dari segala sesuatu di dunia, ga bisa dibeli bahkan dengan uang sekalipun.

Kalau lagi sedih, kalau keadaan mungkin lagi ga memihak, harus terus ingat apa kebaikan Tuhan. Bersyukur. Harus selalu ingat pertolongan yang udah Tuhan kasih. Setiap rencana Tuhan selalu baik, selalu indah pada waktu-Nya. “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

God will never let you walk alone in your darkest hour. He’ll be there, down every road. You’ll never walk alone.

 

“For You will light my lamp; The Lord my God will enlighten my darkness.” (Psalm 18:28)

“Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; Tuhan, Allahku menyinari kegelapanku.” (Mazmur 18:29)

 

– a note to myself –

Fighting in public?

polls_article_0_006C60C500000258_309_468x424_2902_851049_answer_4_xlargesource

Beberapa waktu lalu saat berjalan menuju parkiran mobil selesai belanja bulanan, tiba-tiba terdengar suara wanita berteriak di area parkiran. Tidak jauh dari tempat saya berdiri ternyata ada seorang wanita dan laki-laki yang sedang bertengkar. Posisi wanita sedang terbaring di lantai sambil menendang-nendangkan kakinya ke arah laki-laki yang berdiri menahan tendangan wanita tersebut. Ia terus mengamuk sambil berteriak histeris, membuat satpam yang berjaga di sekitar tempat mulai berdatangan. Nampaknya wanita itu juga menendang pot yang ada di sekitar tempat sampai pecah dan berserakan menghalangi jalan.

Saat seorang petugas mendatanginya untuk menyuruhnya tenang, amukannya malah makin menjadi-jadi. Mengeluarkan kata-kata kebun binatang sambil melempar kacamata yang ia pakai ke jalanan. Tangisnya pecah diiringi teriakan panjang yang memekakkan telinga. Dilihat dari bahasa tubuhnya, sepertinya pria dan wanita ini adalah sepasang kekasih. Si lelaki berusaha memeluk wanita itu untuk sedikit menenangkannya karna mereka mengundang banyak perhatian dari pengunjung yang lewat. Tapi semakin dipeluk si wanita makin histeris teriak-teriak sambil nangis dan memukul laki-laki di sebelahnya itu. Sempet terdengar dia bilang “Padahal kemarin gw masih cewe lo!”, lalu diikuti dengan kata-kata lain yang ga jelas kedengarannya.

Kejadiannya terjadi begitu cepat, saya sama suami sampai terpaku melihat mereka bertengkar. Begitu udah makin rame, kita memutuskan untuk balik ke mobil, ga enak rasanya ngeliatin orang yang lagi berantem. Cuma ga habis pikir masalah apa yang lagi mereka alami sampai bisa bertengkar hebat kayak gitu di depan umum. Ini bukan cuma berantem mulut biasa, tapi sampai si wanita mengamuk guling-guling di lantai dan teriak-teriak walaupun ada banyak orang di dekatnya pasti ada kenapa-kenapanya kan.

Anyway, bukan masalah mereka sih yang mau saya bahas, tapi tentang berantem di depan umumnya. Beberapa kali saya ngeliat pasangan yang bertengkar di tempat umum ada yang sampe jambak-jambakan, ada yang laki-lakinya narik paksa cewenya untuk pergi ke tempat yang lebih sepi karna malu diliatin banyak orang. Buat saya dan Bubu, bukannya kita ga pernah berantem ya, tapi dari awal pacaran kita sepakat jangan sampai adu mulut atau bahkan bertengkar di tempat umum. Pokoknya jangan sampe deh *amit-amit*. Karna rasanya gimana ya, ga pantes gitu kita bertengkar karena masalah pribadi tapi malah jadi tontonan orang-orang yang lewat. Apalagi kalo sampe disamperin sama security :/

Menikah dengan Bubu ga membuat kita terlepas dari yang namanya beda pendapat, tapi ngeliat hal kayak gini semakin jadi pengingat untuk saya dan Bubu kalau sudah sepantasnya memang emosi itu harus bisa dikontrol. Harus. Sekesal apapun dan segatel apapun mulut untuk mengeluarkan kata-kata yang memicu api, alangkah baiknya diredam dulu selagi di tempat ramai. Lebih baik lagi kalau bisa dibuang jauh-jauh biar ga terjadi kebakaran. Walaupun terkadang tenggorokan dan mulut saya rasanya gatal banget kalau lagi kesal.… Tapi saya lebih memilih buat adu argumen di rumah aja, lagian mana enak sih kalau diliatin orang? Kan jadi ga puas 😀 Sisi positifnya, karna nunggu sampe rumah baru cuap-cuap biasanya udah keburu lupa dan males duluan. Atau mungkin boleh juga di dalam kamar aja sambil lempar-lempar bantal dan pelukan biar cepet baikannya, hahahaha 😀

What do you think?

How do rainy days make you feel?

46761-Coffee-And-Rainsource

Hari ini Jakarta mendung dan hujan seharian. Dari pagi bangun, awan udah males-malesan bergelayut di langit, apalagi matahari rambutnya seujung pun juga ga keliatan, hawanya adem seharian. Jarang-jarang bangun pagi dan udara sedingin itu. Sarapan dengan 2 keping roti bakar yang dioles mentega dan 1 gelas teh manis hangat, kami duduk di ruang makan sambil ngeliatin kelakuan aneh Hochi dan menikmati udara pagi ini. Entah gimana cuaca mendung selalu membuat suasana jadi lebih santai sekaligus membawa setitik rasa sendu. Ah hujan..

Dari dulu saya selalu senang kalau musim hujan tiba, cuaca jadi dingin, ga perlu bercucuran keringat waktu di luar rumah, dan untuk waktu yang sebentar keramaian serta aktivitas padat di Jakarta rasanya berkurang *kecuali setelah hujan berhenti* *jangan ditanya macetnya* Kalau lagi naik motor dan kehujanan aja seneng banget rasanya. Rasanya gimana ya, kayak yang ada di film-film itu loh.. Waktu ada adegan lari dan ketawa-ketawa di tengah hujan. Seneng banget gitu ya. Atau kalau dulu jaman pacaran, suka membayangkan adegan-adegan ciuman di bawah hujan deras yang sayangnya ga pernah terwujud sampe detik ini. Bahahaha *efek kebanyakan nonton film*Secara suami malah ga suka sama sekali sama hujan apalagi kehujanan *drool*

Trus dulu juga ada masa-masanya kalau mau tidur saya harus selalu denger suara hujan. Gimana caranya? Saya install aplikasi di ipod yang ngeluarin macem-macem suara buat nemenin tidur, dari suara angin, suara ombak, suara hujan, sampe suara bising di jalan raya. Hahaha ada-ada aja deh emang. Saya pernah coba beberapa kali ga denger suara hujan sebelum tidur, yang ada cuma gelisah pindah-pindah posisi dan lama banget tidurnya. Untung sekarang udah ga perlu lagi denger suara hujan, udah ada suami yang jadi obat tidur di sebelah tiap malem :p

Paling seneng kalau lagi hujan deras dan saya ada di rumah. I love the sound of the rain against the window, i love the breeze when the rain starts falling, and i love the smell of rain. Ngumpet di bawah selimut, cuddling with Bubu, atau sekedar duduk di meja makan dan minum segelas teh hangat sambil baca buku. Rasanya hidup ga bisa lagi lebih indah. Hujan selalu membawa ketenangan yang ga bisa digambarkan dengan kata-kata 🙂

How about you? How do rainy days make you feel? 🙂

Alasan aneh untuk menikah

DSC_8492 br

 

Berhubung ada temen yang mau nikah dalam waktu dekat, jadi kepikiran buat bahas topik tentang menikah. Postingan ini murni cuma opini saya, semoga ga ada yang tersinggung ya karna pendapat orang tentu bisa berbeda kan 🙂

Makin kesini saya kok ngeliat motivasi orang buat menikah itu jadi aneh-aneh ya. Kali ini yang saya lihat terutama di kalangan perempuan. Dalam beberapa kasus saya cukup heran dengan alasan yang mereka pilih untuk menikah. Contoh pertama, alasan untuk menikah adalah karena ikut-ikutan. Ngeliat temennya si A mau nikah, si B ini jadi kebelet pengen nikah juga. Selalu bilang iri karna A udah nikah, jadi tahun depan dia mau nikah juga. Rasanya kalo ga buru-buru nyusul nikah tuh ketinggalan jaman banget, ga keren, ga kece, dan bakal musnah dari peradaban di dunia.  A j a i b.

Atau kadang ada yang ngeliat temennya si A mau nikah, respon yang keluar dari si C malah ga keliatan ikut berbahagia. Kenapa? Karna ngerasa kalah dari si A yang mau nikah sedangkan dia belum nikah sama lakinya. Lalu terburu-buru jugalah ia merasa perlu untuk segera menikah. Heran saya, memangnya perihal pernikahan ini jadi sesuatu yang harus diperlombakan di dunia antar wanita ya sampe harus ada yang merasa kalah? Janji nikah yang sakral dan tanggung jawab besar dalam pernikahan seolah jadi masalah nomor sekian yang ga tau bisa dipertanggung jawabkan atau ngga.

Ada juga cerita yang baru pacaran seumur jagung aja belum mateng, tiba-tiba katanya dilamar (catet ya, dilamar) dan langsung diterima tanpa babibu. Saya cukup takjub, ga ngerti sih sebenernya.  Nanam jagung aja kan tunasnya belum tentu tumbuh dalam waktu secepat itu, terus kok bisa yakin banget mau berkomitmen seumur hidup sama orang yang baru dikenal? Apakah mungkin ini yang namanya cinta sejati? Atau hanya terlalu buta karna cinta? Entahlah. Atau mungkin ini cuma sayanya aja ya yang kebanyakan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menikah? 😀

Kalau pasangan kita diibaratkan kado yang dibungkus dengan 100 lapis kertas kado cantik, dalam rentan waktu nanam jagung yang tunasnya aja belum tumbuh itu, kita cuma tau selotip buat ngelemnya doank paling. Terus atas dasar apa saya berani berkomitmen dengan pengetahuan sebatas selotip kado itu? Cinta? Entahlah. Saya semakin bingung.

Memang sih dalam kasus tersebut mereka ga langsung menikah saat itu juga. Cuma yang saya sayangkan adalah apakah pertanyaan “will you marry me” itu udah jadi bahasa sehari-hari orang pacaran jaman sekarang? Jadi maksudnya kalau baru pacaran lalu ga ditanya will you marry me itu jadi ga afdol pacarannya ya?

Sedangkan konon pertanyaan “will you marry me” ini kan harusnya jadi sesuatu yang dipertanyakan dalam tahap tertinggi suatu hubungan. Waktu masing-masing pasangan sudah saling kenal satu sama lain, sama-sama siap, sama-sama punya tujuan serius untuk membina rumah tangga, dan bukan semata karna sedang dimabuk cinta. Yang kita omongin ini tentang menikah loh. Janji 1x seumur hidup di hadapan Tuhan yang ga bisa di cancel atau di refund lagi selamanya. Ataukah mungkin dikira nikah itu segampang membalikkan telapak tangan?

Ini saya mungkin terdengar nyinyir ya, bukan terdengar sih memang nyinyir kayaknya. Hauhahaha. Tapi buat saya ya, saya ga mau tergesa-gesa untuk ngambil keputusan yang membutuhkan komitmen seumur hidup itu, cuma dengan bermodalkan cinta yang lagi menggebu-gebu seperti banteng yang keluar kandang, atau cuma semata supaya dilihat orang sudah memiliki status sebagai istri. Buat apa coba? Apakah status sebagai seorang istri akan mengangkat derajat seorang wanita di dalam lingkungan pertemanannya? Aneh. Dan apakah cinta yang menggebu di awal hubungan benar-benar dapat mengalahkan segalanya? *macam lagu saja*Atau memang perihal pernikahan ini udah jadi cabang olahraga baru yang diperlombakan di tingkat internasional ya? Jadi yang paling cepet nikah atau yang nikah duluan bakal jadi juara dunia dan dapet hadiah?

Bukan, bukan maksudnya maksain orang buat pacaran bertahun-tahun atau berbelas-belas tahun dulu baru kemudian menikah ya. Yang namanya jodoh kan ga ada yang tau kapan datengnya. Bisa kurang dari setaun pacaran cocok dan siap buat nikah, bisa juga perlu 5 atau 6 atau 7 tahun atau bahkan lebih lama lagi untuk  akhirnya siap sampai ke jenjang ini. Tapi mbok ya keputusan untuk menikah itu bener-bener dipikirkan dengan matang. Jangan asal tancep gas demi menyabet sebuah “status” yang bahkan tanpa tau apa tujuannya menikah.

Percayalah, menikah itu beneran ga segampang membalikkan telapak kaki (balikin telapak kaki aja mesti pake usaha ya). Menikah itu bukan cuma sekedar “Wah enak ya, sekarang udah nikah jadi bisa ketemu terus setiap hari..”

Atau, “Wah enak ya, udah nikah jadi bisa tinggal serumah terus sekarang..”

Dan wah enak ya yang 1 lagi, yang pasti udah pada taulah ya. Hahaha

Memang kok semuanya enak, ga ada yang salah dengan itu. Tapi alangkah baiknya kalau dilihat dari aspek lain juga saat kita memutuskan untuk menikah. Ada tanggung jawab yang lebih besar begitu kita menikah. Kalau dijabarkan secara teori mah pasti bilangnya ah bisalah nanti kita ngatasin itu sama-sama *namanya juga cinta*. Iya kalo saling kenal dan bisa lapang dada terima kekurangan kelebihan pasangan. Lah kalo ngga? Atau kalau akhirnya baru ketauan ternyata berbeda prinsip seperti yang dialami artis-artis kenamaan ibukota bagaimana?

Saya inget banget mama dari dulu selalu bilang, “Kamu ga akan tau rasanya jadi istri kalau belum menikah. Sama seperti kamu ga akan tau rasanya jadi orang tua kalau belum punya anak.” Dan terbukti, setelah menikah saya jadi lebih ngerti apa maksud dari perkataan mama waktu itu. Baca teori dan mengalami langsung kadang rasanya memang berbeda banget. Mungkin waktu dengar teorinya kita ngerasa udah ngerti, tapi begitu dijalani dijamin bakal 10x lebih masuk ke otak sampai ke hati yang paling dalam.

Masih terlalu mudalah ya umur pernikahan saya untuk ngomong tetek bengek tentang pernikahan dan segala cara dalam menjaga sebuah keutuhan pernikahan itu, tapi ya memang pada nyatanya menikah itu ga segampang membalikkan telapak tangan. Ada 2 kepala yang harus jadi 1, ada banyak toleransi, ada banyak ego yang harus dibuang jauh-jauh ke laut, ada tagihan-tagihan yang dulu ga perlu dibayar sendiri sekarang jadi tanggung jawab berdua. Ada rencana-rencana ke depan yang ga selalu sesuai dengan ekspektasi, ada prioritas baru yang 180 derajat berbeda dengan waktu dulu single.

Menikah itu memang enak, tapi orang pacaran aja ada tantangannya apalagi kalau udah menikah kan. Jadi jangan cuma melulu dipikirkan enaknya. Panjang-panjanglah dan pikirkan dengan matang pertanyaan will you marry me itu agar kelak tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi menikah dengan motivasi dasar ikut-ikutan temen. Yang nikah kamu apa temen? Dan tolonglah, jangan berlomba-lomba menikah atau setidaknya jangan dijadikan perlombaanlah perihal menikah ini. Apalah pula manfaat lomba-lombaan begitu? Kecuali kalau yang menang dapat hadiah gratis Euro Trip 1 tahun, bolehlah ikutan *semoga ga beneran ada hadiah begitu ya* 😀

Sekian dan selamat malam 🙂

 

Dear God..

Dear God,

I thank you for this beautiful day, for giving me another year of life. I know You make it perfect in every way. I thank you for opening my eyes and ears, to see and hear the goodness you have left here for me.

Let this feast of my birth be a reminder to me of all the gifts and blessings i have received from You for all the days of my life. You have been good to me all these years and i thank You for all the blessings i have received but especially for life itself.

God, help me broaden my mind and faith that i can accept all things You have planned for me. May i love Your ways and be obedient to You. Bless me with Your wisdom, let me not whine and whimper over things i have no control over.

Another day has come and gone. But with each year passing, i grow as a person and become strong.  Thank you God for always being there for me.

God, i do not know what lies ahead or what will happen next. Yet i know that You are holding my future in your hand and You will guide me with Your hands.

I do not know how many days of life are mine to spend, but i know that You will keep me to the end. Grid me with Your strength and grace, help me stay as close to You, that i may walk in your peace and be the loving person that you intend for me to be.

Thank you Lord, for Your blessing on me.

Amen.

 

 

 

Happiness is contagious

happiness (1)source

“Be so happy that when others look at you, they become happy too.” 🙂

Baca postingan mba Yo yang ini, plus dengerin lagunya Bobby McFerrin yang Don’t Worry Be Happy bikin senyum-senyum sendiri 🙂

Ah.. Happiness is contagious isn’t it? 🙂

Setiap baca cerita orang lain tentang hal yang buat mereka bahagia, walaupun ga ngerasain langsung saya pasti ikutan ngerasa seneng. Semakin saya ngerasa kalau ada banyak hal yang sebenarnya buat kita bahagia, bahkan hal kecil sekalipun. Tinggal kita yang pilih, mau berbahagia atas hal-hal kecil itu atau ngga? 🙂

Waktu itu juga pernah baca postingan mas Dani tentang hal berbahagia. Semua keputusan untuk berbahagia atau ngga kan ada di tangan kita. Mau pilih jadi korban dan meratapi hidup atau pilih untuk jadi manusia yang paling bahagia di muka bumi ini? :))

Like Bobby McFerrin said, “In every life we have some trouble, when you worry you make it double. So don’t worry be happy.” 🙂

Lagu ini udah di repeat lebih dari 10x waktu ngetik postingan ini. Udah lama ga denger lagu ini dan begitu denger bikin hati adem rasanya. Thanks ya mba Yo 🙂

Ada lagi 1 lagu lagi yang saya suka dan bikin hati seneng dengernya, Bob Marley Three Little Birds.

“Dont worry about a thing, cause every little things will gonna be all right…” Lalalalalala……

Happy International Day of Happiness! Let’s spread happiness to every corner of the world!! 🙂

Something special on my birthday :)

Postingan ini dibuat dalam rangka meramaikan giveaway yang diadakan sama Grace. Bagi yang mau coba ikutan, boleh melipir dulu ke blognya 🙂

Berhubung diminta buat cerita tentang ulang tahun yang berkesan, jadi yang mau saya certain tentang ulang tahun sendiri aja ya.. Agak bingung sih sebenarnya, karna kalo ulang tahun ga ada perayaan istimewa yang gimana-gimana gitu.

Tapi 2 tahun lalu adalah ulang tahun yang paling berkesan buat saya. Jadi nih, laki-laki yang jadi suami saya sekarang ini kan orangnya ga romantis. Dia ga terbiasa ngasi surprise maupun kejutan-kejutan kecil yang romantis. Ah walaupun udah saya protes tapi emang lahirnya udah begitu mau diapain juga kan. Sedangkan saya ini demen banget sama hal-hal romantis yang bikin hati meleleh gimana gitu. Definisi romantis buat saya juga sederhana, ga perlu kado besar atau mahal tapi niat dari suami untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaan waktu kita pacaran aja udah buat saya seneng banget. Apalagi kalau ada unsur surprise nya kaaan :p

Jadi selama 9 tahun pacaran kemarin, si Bubu hampir ga pernah ngasi surprise waktu ulang tahun. Sedih. *nangis di pojokan* Sekali-sekalinya ngasi surprise ya 2 tahun lalu itu. Jauh hari sebelum ulang tahun, saya sempat cerita sama dia soal temen yang lagi ulang taun dan dikasi surprise sama pacarnya. Jadi tengah malam pacarnya ini datanglah ke rumah cewenya, bawa kue beserta bunga mawar yang cantik itu. Ah pasaran banget ya. Iya, udah biasa banget memang surprise yang kayak gini, tapi berhubung bertahun-tahun pacaran ga pernah digituin rasanya kan jadi hal yang langka banget buat saya.

Terus saya nyeletuk asal “Ah pengen banget deh dikasi surprise waktu ulang tahun sama pacar sendiri.. Kamu donk sekali-sekali kek kasih pacarnya surpriseee..” Tapi waktu itu Bubu biasalah ya melakukan self defense dengan menggunakan alasan dia kan emang ga romantis orangnya, dan ga ngerti gimana caranya ngasih surprise-surprise gitu. Alibi. Emang sih selama hampir 30 kali ulang tahun dia juga ga pernah dikasih dan ngasih surprise katanya.

Waktu itu saya cuma mesem mesem ketawa aja sambil ngomel-ngomel dan memang ga berharap banyak dia bakal ngasi surprise sih. Toh tahun-tahun kemarin dia juga ga pernah ngasi surprise, tapi untungnya sih ga kelupaan ngasih kado ya. Hahaha.

Taunya, malam sebelum saya ulang tahun dia nongol di kosan jam 12 malem sambil bawa kue ulang tahun dan bunga. Nah yang bikin geli itu, saya udah tauuu donk dia bakal ke kosan malam itu. Hauahahhaa. Bener-bener deh ini cowo ga ngerti yang namanya surprise kayaknya, atau dia emang ga bisa bohong. Kalo gitu sih bagus-bagus aja ya.. :p Jadi sebelum jam 12 malem itu dia nanyalah saya dimana, udah pulang kerja belum, mau tidur belum. Yang bikin saya curiga waktu dia lagi nelfon suaranya kan kayak lagi di jalan, ga sepi kayak lagi di rumah. Dan pas saya tanya dia lagi dimana, dia juga bingung jawabnya. Ahahaha suamiku iniiiiiii *gigit*

Jadiii udah bisa saya terka donk kalau dia mau ke tempat saya. Hahahaha geer banget yah. Dan bener, jam 12 malem itu dia berdiri di depan pager kosan yang udah digembok sambil ribet nyalain lilin kue ultah, tangan lain megang bunga, bonus tatapan aneh orang-orang yang lewat di sekitar. Sabar yaa sayangg..

Ah walaupun aku sudah tau dia mau datang, tapi tetap terenyuhlah hatiku ini melihat calon suamiku berdiri disana. Setidaknya dia udah berusaha untuk bikin saya seneng, buat saya ngerasain yang namanya dikasi surprise sama pacar sendiri. Kalaupun malam itu dia datang ga bawa kue ataupun bunga saya juga udah bahagia banget sih. Gimana ga seneng coba wong seumur-umur ga pernah dikasi surprise sama manusia ini, walaupun ya aku tau begitu besar cintanya padaku. Cuuihh :p

Kesenengan deh malam itu, kali pertama ditemani pacar di malam ulang tahun. Tak perlu perayaan mewah, tapi kehadirannya aja udah bikin hari itu jadi sempurna buat saya. Semakin saya sadar kalau bagi laki-laki ini, dia ga ngerasa perlu melakukan hal-hal romantis dulu untuk nunjukkin cintanya sama saya.  Rasa-rasanya dia selalu menunjukkan cintanya setiap hari dengan caranya sendiri yang ajaib dan ga romantis sama sekali. *kecup sayang*

Camera 360Foto jaman bahela nemu di FB dan rambut masih panjaang :))

Mungkin laki-laki ini memang tidak romantis seperti Channing Tatum di film The Vow, but i know he loves me unconditionally. One thing that i know for sure 🙂

Hari itu makin lengkap, selain dapet surprise dari pacar, temen kantor, temen media bahkan klien pun ikutan. Happy! 🙂

1364365163890Niat banget ada foto-foto saya ditempelin di sedotan dan ditaro di kue sama mereka. Kocak :))

1364364438493

1364447590099*abaikan hidung saya*

Why do we dream?

lack-of-sleep-leads-to-weight-gainsource

Dunia mimpi ini selalu buat saya penasaran dari dulu. Bukan, bukan dunia mimpi mistis atau tafsir arti mimpi gitu ya. Saya penasaran kenapa kita bermimpi? Seringkali begitu bangun tidur kita bahkan ga bisa ingat sama sekali tentang mimpi tadi malam. Jadi gunanya mimpi apa? Tapi kok manusia bisa bermimpi ya? Aneh membayangkan di saat badan dan otak kita seharusnya beristirahat, tapi di sisi lain ada bagian yang disebut mimpi yang secara tidak langsung mengharuskan otak bekerja untuk memvisualisasikan potongan-potongan gambar menjadi urutan cerita yang disebut sebagai mimpi.

Sering banget waktu lagi tidur nyenyak-nyenyaknya saya kaget di dalam mimpi dan langsung sadar gitu aja. Padahal kadang waktu mau bangun pagi dan buka mata aja ga sanggup rasanya. Beberapa detik setelah bangun saya masih bisa inget mimpi apa barusan, tapi dalam beberapa detik kemudian saya juga bisa lupa sama sekali dengan mimpi tersebut.

Nah kalo mimpinya pas lagi mimpi buruk sih seneng-seneng aja ya kalo lupa. Tapi kalo mimpinya lagi indah terus tiba-tiba kebangun karna mau ke toilet kan kepengen mimpinya bersambung lagi gitu. Sering banget pas lagi tidur nyenyak tiba-tiba kebangun karna mau ke toilet padahal lagi mimpi indah. Begitu kelar dari toilet dan tidur lagi, saya merem sambil ngebayangin mimpi indah yang kepotong ceritanya dan bisa nyambung donk. Hahaha. Sayangnya kejadian mimpi indah yang bersambung itu jarang banget. Lebih sering mimpi buruk yang bersambung. Tapi waktu tidur kok mimpi bisa bersambung ya? Kayak lagi nonton film jadinya.

Biasanya cerita di dalam mimpi itu kan aneh-aneh ya, campuran antara kejadian nyata dengan kejadian fiktif kayak di film. Saya heran sih otak saya kok ya bisa ngerajut cerita-cerita aneh itu jadi sebuah mimpi. Tapi katanya ketika kita tidur, bagian otak yang memproses logika dan common sense itu sedang beristirahat, sehingga campuran imajinasi maupun memori kita menjadi satu rangkaian cerita yang tidak logis. Biasanya mimpi kan terdiri dari beberapa potongan cerita, bahkan walapun potongan-potongan cerita itu menjadi satu tetap saja hasil akhirnya seringkali tidak logis. Lengkapnya coba baca-baca di sini.

Pernah juga saya mimpiin orangtua dan begitu bangun air mata ada dimana-mana aja gitu. Heran ya kok bisa manusia tidur, bermimpi lalu sambil nangis antara di dalam mimpi dan di dunia nyata. Jadi saya nangis di dalam mimpi, tapi di dunia nyata juga nangis sampe sesenggukan. Rasanya juga aneh karna waktu nangis itu kan ada air mata di pipi, jadi kita kayak kebangun tapi sebagian nyawa juga masih ada di dalam mimpi.

Yang lebih aneh, kalau pas mimpi buruk gitu perasaan sedih di dalam mimpi itu kan mendalam dan kadang terasa nyata. Begitu kaget dan mata terbuka, masih ada sisa-sisa perasaan sendu tadi. Tapi juga hilang dalam seketika karna tau itu cuma mimpi. Kelegaan yang luar biasa karna oh itu cuma mimpi toh.. Bingung ya? Saya juga bingung sih. Buat saya mimpi itu masih jadi hal yang aneh. Sama anehnya dengan perasaan yang dialami setelah bangun dari mimpi.

Walaupun ada banyak penjelasan ilmiah yang coba menjelaskan kenapa manusia bermimpi saat tidur atau apa manfaat dari mimpi, tapi sepertinya belum ada yang benar-benar punya jawaban pasti mengenai hal ini. Atau sudah ada ya sekarang?

Dreaming is a part of every good night’s sleep, but why do we dream? Anyone? 🙂