Welcome 2015

Hope-Quotes-14source

Telat banget yaaa.. Udah lewat seminggu, tapi gpp ya saya tetep mau ngucapin selamat tahun baru untuk temen-temen semuaa 🙂 Ga terasa 1 tahun berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin bikin postingan resolusi tahun 2014, eh tau-tau sekarang udah ganti tahun aja padahal belum semuanya kesampean. Tapi dari awal bikin resolusi kemarin itu ga ngoyo sih maksudnya apa yang bisa kesampean ya syukur, kalo belum ya masih ada tahun ini buat dicoba lagi. Cuma berasa lebih kebantu dengan nulis resolusi jadi ketauan apa aja yang udah tercapai dan mana yang belum.

Taun baru kemarin ngapain? Emm ga kemana-mana sih, cuma kali ini ada papa mama ngumpul di rumah kita, bakar-bakar ikan sama doa bersama malamnya. Dari pacaran saya sama suami juga kalo taun baru ya biasanya di rumah aja, males daripada kejebak macet di jalan. Ga ada perayaan heboh apapun menyambut pergantian tahun, tapi kebersamaan kita kemarin rasanya udah lebih dari cukup. Tanggal 1 paginya kita ke gereja bareng, makan siang dan pulang ke rumah masing-masing.

Processed with VSCOcam with f2 presetYou can call me Mio 🙂

Oh iya, sekarang kita juga kedatangan anggota baru di rumah, seekor anjing betina golden retriever yang dikasih nama Mimio (Mio) sama suami, macam merk motor aja ya. Setelah Hochi kemarin ga ada, rumah rasanya jadi sepi banget.. Kangen banget punya anjing lagi, eh ternyata ketemunya sama Mio setelah melalui sedikit drama kemarin. Waktu pertama kita jemput si Mio, saya sama suami udah hampir mengurungkan niat buat ngadopsi dia karna anjingnya giras banget. Hahaha. Pas ketemu kita dia lari nerjang sana sini dan kabur-kaburan dari kita, gigit semua barang, lompat sana sini. Serem deh pokoknya 😀 Eh tapi begitu dikasi liat sodaranya yang 1 lagi, si Mio jadi keliatan lebih anteng donk karna sodaranya lebih lebih lagi girasnya. Hahaha. Setelah 1 jam main bareng dan ngobrol sama pemiliknya, akhirnya kita memutuskan untuk bawa Mio pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah dia beda banget dengan waktu kita jemput itu. Namanya puppies kan emang aktif ya, tapi ini ga segiras pas pertama ketemu. Jauh lebih anteng, mungkin ini juga karna pengaruh ada anjing lain pas disana ya jadi bawaannya kelebihan energi. Kesayangan. Walaupun sofa dicabik-cabik, cat pintu digerogotin, kulkas kesayangan baret ga terkira, sayangnya kita sama Mio ga berkurang sedikitpun 🙂

Dari kecil walaupun takut sama anjing tapi saya kepengen banget punya golden retriever. Tiap liat golden pasti terkagum-kagum karna mukanya yang wise dan pembawaannya yang tenang. Eh sekarang udah ada Mio aja di rumaahh. Mudah-mudahan Mio sehat selalu, panjang umur dan bahagia hidup sama kita yaa :’)

Semoga di tahun ini akan lebih banyak lagi hal-hal baik yang terjadi dalam hidup kita. Semoga kita juga terus punya semangat baru dan ga kalah sama badai yang datang silih berganti. Keep fighting and stay strong 🙂

Have faith in God,

“For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways,” – Isaiah 55:8

“For I know the thoughts that I think toward you, saith the Lord, thoughts of peace, and not of evil, to give you an expected end.” – Jeremiah 29:11

 

Cheers! 🙂

Rest in peace our beloved dog Hochi

c217de458f57f2d85d76e66158a271b6

Hari Sabtu 26 Juli kemarin Hochi meninggal. Anjing kesayangan kami yang memberikan 3 bulan paling berharga dalam hidup kami berdua. Mungkin Hochi memang hanya seekor anjing, tapi buat kami Hochi lebih daripada sekedar anjing. Dia sudah jadi salah satu anggota dalam keluarga kecil ini yang memberi begitu banyak kebahagiaan dan keceriaan di rumah. Rasanya rumah ga pernah sepi kalau ada Hochi. Rasa-rasanya waktu 3 bulan ini terlalu singkat untuk kita nikmati bersama.

Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya kalau Hochi waktu itu sedang dirawat inap di klinik hewan untuk perawatan Demodex. Setelah 1 minggu disana, dokter bilang Hochi sudah bisa dibawa pulang dan rawat jalan saja. Jadilah hari Jumat malam kita jemput Hochi di klinik. Begitu masuk pagar tempat dokter praktek, Hochi sudah menanti dengan setia di depan pintu dan siap menyambut kita berdua. Kita kangen, Hochi juga kangen :’) Sebelum pulang, dokter sempat periksa Hochi sebentar dan ngasih tau treatment selanjutnya yang harus dilakukan di rumah.

Malam itu kita pulang dengan hati lega, lega karna akhirnya anggota keluarga ini sudah lengkap lagi. Hochi duduk manis di jok belakang dan bahkan tidur dalam sepanjang perjalanan. Sesampainya di rumah, dia memang ga sesemangat kayak pertama kita jemput di klinik. Kita pikir itu karna dia harus menyesuaikan diri lagi setelah 1 minggu ga di rumah. Tapi kita kasih makanan juga ga disentuh sedikitpun, oh mungkin dia sudah makan tadi di klinik. Yang aneh bahkan setelah beberapa jam di rumah, anjingnya kok lesu banget. Kerjaannya cuma duduk, tidur dan kalau dipanggil juga ga ngerespon. Selama ini kalau udah sampe rumah dia pasti girang bukan main, rusuh sana sini, apalagi kalau diajakin main udah pasti nyaut. Ga lama kita perhatiin pas dia pup, ternyata (maaf) Hochi malah mencret. Mulai kita ngerasa ada yang ga beres karna seharusnya ga seperti itu apalagi tadi kondisinya udah membaik waktu kita jemput.

Pas kita kasih cemilan dan vitamin favoritnya dia sama sekali ga mau bahkan malingin mukanya. Selama ini mau sekenyang apapun ga pernah dia nolak 2 cemilan favoritnya itu. Cuma kita pikir mungkin dia masih stress karna harus adaptasi. Berhubung waktu itu udah malam, kita berdua tidur dan berharap besok Hochi sudah kembali ke Hochi yang biasa.

Keesokan paginya, kita nemuin Hochi dalam kondisi yang sama bahkan jauh lebih lemas. Dia bener-bener cuma duduk dan tidur dan sesekali mondar mandir gelisah. Pagi itu Hochi mencret lagi, kita udah rencana mau bawa dia ke dokter lagi takut kenapa-kenapa. Waktu kita bangun Hochi masih minum sedikit-sedikit, tapi sekitar mulai jam 9an sampai siang minumannya sama sekali ga disentuh. Saya ngeliat beberapa kali dia nyamperin minuman tapi begitu moncongnya diarahin ke air, dia ga jadi minum. Seolah-olah mual kalau mau minum. Pagi itu juga dokternya Hochi susah banget dihubungin, kita mau tanya baiknya gimana kira-kira. Apalagi hari itu hari libur saya ga tau apakah dokter masih praktek atau ngga kalau kita bawa ke klinik.

Akhirnya setelah dokter bisa dihubungi dia nyaranin kita untuk suapin makanan ke Hochi dan air minum yang paling penting. Kalau masih belum membaik kita disuruh bawa ke klinik. Siang itu kondisi Hochi bertambah buruk, kita suapin air minum dia bahkan ga mau buka mulutnya. Kita suapin makanan ke mulutnya tapi dilepeh sama dia. Sekarang dia bahkan cuma tertidur lemas sambil sesekali mengubah posisi. Waktu suami pegang mulutnya Hochi dingin, kita putusin buat langsung bawa dia ke klinik. Sungguh hari itu kita ga berpikiran apapun yang buruk, karna kondisi semalam sebelumnya waktu kita bawa pulang bener-bener udah keliatan membaik. Apalagi pas mau pulang dari klinik anjingnya juga semangat banget.

Siang itu waktu kita bawa ke dokter bahkan si Hochi udah sama sekali ga bisa bergerak dan saya lihat waktu bernapas pun kayaknya susah, matanya juga merem tapi ga menutup sempurna. Sampai di klinik, Hochi kita baringkan di kursi ruang tunggu karna dokter masih ada pasien. Waktu lagi nunggu giliran itu tiba-tiba Hochi (maaf) mencret darah. Jantung saya mau copot ke tanah, badan saya lemes liat Hochi kayak gitu. Padahal posisinya dia lagi tertidur lemas di kursi tunggu, dan cairannya keluar gitu aja. Jadi anjingnya sendiri bukan dalam posisi siap untuk buang air.

Setelah Hochi diperiksa sama dokter, yang paling kita takutkan pun terjadi. Jadi semalam sebelumnya waktu saya whatsapp, dokter memang sempet nanya anjingnya muntah apa ngga. Karna kalau muntah biasanya itu jadi pertanda penyakitnya udah parah. Tapi sepanjang di rumah itu Hochi sama sekali ga muntah. Dokterpun mikirnya mungkin dia cuma diare biasa dan waktu pagi saya bombardir dengan 1000 pertanyaan dia juga tampak tenang. Tapi begitu dia lihat gejala dan kondisi Hochi saat itu yang tiba-tiba diare darah, diduga Hochi kena Parvo virus. Virus ini menyerang dengan cepat memisahkan sel-sel dalam tubuh anjing dan yang paling parah menyerang sel ususnya. Parvo adalah penyakit yang serius dan berpotensi mematikan yang biasanya banyak menyerang anjing muda umur 6-16 minggu. Parvo virus ini juga ga ada obatnya, jadi chance untuk sembuh ya tergantung dengan kekuatan anjing itu sendiri, dibantu dengan tindakan medis dari dokter untuk memberikan infus untuk melawan dehidrasi dan kekurangan gizi pada anjing. Dokter bilang kalau bisa lewat 5 hari terhitung dari pertama dia diare darah, anjingnya pasti akan sembuh. Tapi kalau ngga ya kemungkinan besar akan lewat. Jadi 5 hari itu merupakan saat-saat kritis bagi si anjing.

Waktu denger dokternya ngomong gitu saya udah gatau harus ngapain. Ga percaya rasanya, padahal malam sebelumnya kita udah seneng-seneng bawa dia pulang dan anjingnya juga keliatan ga kenapa-kenapa saat itu. Kita bener-bener seneng karna Hochi akan pulang ke rumah. Akhirnya terpaksa Hochi harus kita tinggal lagi untuk diinfus dan dipantau sama dokter. Sebelum kita pulang, kondisi Hochi belum juga membaik. Dia cuma tertidur lemas dan ga bisa merespon sama sekali. Saya sama suami cuma bisa berdoa..

Kita pulang dari tempat dokter sekitar jam 2an. Jam 6 sore saya dapet kabar Hochi meninggal…

….

Hati saya hancur. Ga percaya kalau anjing kesayangan kami itu pergi untuk selamanya. Kita pikir setidaknya Hochi bisa bertahan untuk beberapa hari ini. Jangan secepat itu dia ninggalin kita. Ga adil. Di dalam mobil, saya dan suami cuma bisa nangis sesenggukan. Hati rasanya sakit banget. Kita bener-bener ngerasa kehilangan ditinggal Hochi. Dan kali ini untuk selamanya dia ninggalin kita..

Setelah nenangin diri, suami nyetir lagi untuk balik ke tempat dokter dan nguburin Hochi. Sepanjang perjalanan saya ga bisa berhenti nangis. Ada banyak skenario di otak saya. Ada banyak hal yang saya pertanyakan, ada banyak pihak yang saya salahkan termasuk diri kami sendiri. Sekian lama saya ga merasakan sakit dan kehilangan yang sampe kayak gitu, terakhir waktu kakek dan nenek saya meninggal. Kami berusaha untuk ikhlas, ikhlas ditinggal Hochi karna setidaknya dia ga perlu menderita lagi disini. Ga perlu lagi nahan rasa sakit yang luar biasa itu. Cuma pikiran kalau Hochi sudah bahagia disana yang bisa sedikit meringankan rasa sakit itu.

Saya ga pernah membayangkan hal ini karna memang saya ga mau membayangkannya. Cepat atau lambat memang akan tiba saatnya anjing untuk meninggalkan tuannya selamanya. Tapi hal ini terjadi jauh lebih cepat dari yang kami bayangkan. Waktu Hochi masuk ke keluarga ini, saya dan suami selalu berusaha untuk kasih yang terbaik buat dia. Bagaimanapun, detik saat kita ajak Hochi ke rumah kita udah bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup dia. Kita carikan dia kandang yang besar, kandang yang terbaik supaya dia ga perlu merasa sempit atau ga nyaman untuk bergerak. Kita kasih dia dog food dengan kualitas yang paling baik, kita beliin banyak mainan dan tulang-tulangan buat dia gigit. Kita kasih semua perhatian yang bisa kita kasih untuk Hochi.

Tapi disinilah kami sekarang berhadapan dengan kenyataan kalau Hochi sudah ga ada lagi.

Ga ada lagi Hochi yang gedor-gedor pintu kamar ngebangunin kami tiap jam 6 pagi

Ga ada lagi Hochi yang selalu gigitin sapu dan pel rumah tiap saya bersih-bersih

Ga ada lagi yang akan pasang tampang andalan ga bersalah setelah ngubek-ngubek dan numpahin isi tong sampah di rumah dan sepersekian detik kemudian kabur karna takut diomelin

Ga ada lagi adegan kejar-kejaran dengan Hochi di rumah

Ga ada lagi Hochi yang tiba-tiba nyempil dan duduk di tengah-tengah kita waktu lagi duduk santai di sofa

Ga ada lagi yang akan nyembulin setengah kepalanya ke dalam kamar, waktu sekecil apapun dia lihat pintu kamar terbuka

Ga ada lagi Hochi yang ikutan nyempil waktu kita pelukan, ikut minta dipeluk

Ga ada lagi yang akan kesenengan begitu mau diajak jalan pagi atau sore

Ga ada lagi yang akan rusuh kesenengan lompat-lompat dan saya kesakitan kecakar kuku tajamnya

Ga ada lagi Hochi kesayangan yang akan nyambut kami pulang ke rumah

Ga ada lagi Hochi yang duduk romantis berdua dengan saya di tengah lapangan kosong depan rumah itu,  seperti sore-sore waktu dia masih sehat 😥

Ga ada lagi yang akan tidur di depan pintu kamar, tempat tidur favorit Hochi

Ga ada lagi yang akan nyariin dan nyamperin saya kalau saya ngumpet di balik sofa

Ga ada lagi yang akan nungguin kami di depan kamar mandi setiap kali salah seorang di antara saya atau suami lagi mandi

Ga ada lagi Hochi untuk kami peluk….

Ada banyak skenario “seandainya” yang kami pikirkan. Tapi semuanya cuma buat kami makin ga ikhlas dengan kepergian Hochi. Kalau memang ini yang harus terjadi, mudah-mudahan memang ini yang terbaik menurut Tuhan. Setidaknya 1 hari sebelum kepergiannya Hochi sehat sebentar untuk kami lihat, kami peluk, bahkan untuk kami bawa pulang. Dia tau akan jauh lebih berat rasanya kalau tiba-tiba dia pergi ninggalin kita berdua gitu aja tanpa pertemuan terakhir. Dia memang anjing kesayangan. Hochi kesayangan yang akan dan selalu ada di hati kita berdua.

Mungkin umurnya masih terlalu pendek untuk pergi selamanya, tapi setidaknya dia sudah kasih 3 bulan yang ga akan terlupakan untuk kami berdua. 3 bulan yang berarti, dengan banyak kenangan indah. 3 bulan yang merubah pandangan saya seutuhnya terhadap anjing. 3 bulan yang memberi banyak pelajaran bagi saya dan suami. Dan mudah-mudahan selama masa hidupnya kemarin Hochi juga bahagia tinggal sama-sama kami. Ya Hoch? :’)

We miss you already Hochi. Do you happy up there? Life seems quiet without you, our home will never be the same. For memories of you will always linger and remain. Your napping spot, your feeding bowl, your toys, everything reminds me of you.

They say that time is a healer, but as the time goes on I seem to find it just as hard to face the fact you’ve gone. We love you so much Hochi and oh how we wish you were still here.. But I know that you are in a better place right know, where there is no pain anymore. The sands of time wil never wash away the love that we have for you. You’ll never be forgotten. We love you Hochi, and we’ll always do. Rest in peace our beloved dog, Hochi 🙂

IMAG1962look at you my baby girl :’)

IMAG2005look at that face 🙂

IMAG2011:’)

IMAG2012i love u too Hochi

photo 1what are you doing Hoch?

photo (4)

Processed with VSCOcam with g3 presetSleeping on mom’s lap. Till we meet again Hochi. Hug and kisses 🙂

Get well soon Hochi

b86fa65df005f1ceb590e25895090ea9source

Udah sekitar hampir 2 bulan ini Hochi lagi sakit-sakitan. Kita sedih dan ga nyangka kenapa dia bisa kena penyakit kayak gini padahal masih kecil. Sekitar 2 bulan lalu Hochi kita bawa ke dokter karna ada semacam lendir yang keluar dari tempat pipisnya. Dokter bilang mungkin dia kena infeksi, dikasih obat minum sambil dirawat jalan dan rajin kontrol ke dokter. Ga lama setelah dari dokter, di bagian lehernya ada kayak koreng gitu tapi ga banyak. Kemudian disusul dengan bercak merah di bagian perut dan koreng di leher juga bertambah jumlahnya walaupun memang ga mengganggu. Waktu kontrol kita sekalian tanya tentang korengnya itu, lalu dokter bilang Hochi kayaknya kena jamur. Dikasi obat juga untuk menghilangkan jamur dan dikasih suntik anti kutu.

Jadi salah satu penyebab dia kena jamur ini karna cuaca yg lagi ga menentu kayak sekarang ini yang bikin udara jadi super lembab. Nanti sebentar panas ga nyantai, sebentar lagi tiba-tiba hujan deras. Setelah 2 minggu rawat jalan sambil kita kasih obat, yang saya Heran kok korengnya Hochi jadi tambah banyak, bahkan menjalar sampe ke mukanya juga. Dia juga keliatan banget jadi gatel-gatel dan gelisah. Waktu lagi main ke pet shop langganan, kita dikasih tau shampoo dan salep Pipapet untuk ngobatin jamur. Udah rajin kita mandiin dan dikasih salep tapi ternyata ga sembuh juga.

Akhirnya kita bawa lagi Hochi ke dokter dan waktu diperiksa ternyata dia kena Demodex. Sedih banget rasanya miris ga keru-keruan. Jadi Demodex ini semacam penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu yang hidup di bawah kulit anjing. Dalam kondisi normal, kutu ini memang ada di setiap anjing sehat sekalipun. Tapi jumlahnya akan bertambah banyak dan jadi penyakit di saat imun tubuh anjingnya lagi lemah. Dari umur 3 bulan Hochi udah kita jadwalin untuk vaksin, tapi karna dia sakit-sakitan terus waktu itu terpaksa vaksin harus ditunda karna vaksin cuma boleh dikasih kl anjing udah sehat. Terus penyebab lainnya juga karna faktor keturunan, kalau induknya kena penyakit ini otomatis menurun ke anaknya juga. Sempet kesel kenapa waktu itu pemilik pertama ga ngasih tau kalau anjingnya dia ada yang kena Demodex. Setidaknya biar bisa kita wanti-wanti atau cari tau solusinya. Waktu tau Hochi kena Demodex saya jadi makin sedih, seolah-olah selama ini gagal kasih yang terbaik buat dia.

Setelah beberapa hari dari dokter kita liat Hochi belum baikan, kita coba berobat ke dokter lain yang kebetulan direkomendasiin oleh salah satu kenalan yang ketemu di klinik pertama Hochi berobat. Anjingnya dia dulu juga kena Demodex dan dikasih salep sama dokternya dia yang lumayan membantu proses penyembuhan. Oh iya ternyata pasangan yang kemarin kita ketemu ini ikut dalam Animal Defender, sebuah organisasi yang melakukan rescue, rehab, atau rehome untuk anjing dan kucing tanpa pemilik. Seneng ketemu sesama pecinta anjing jadi dapet ilmu baru 🙂

Singkat cerita Hochi kita bawa berobat ke Dokter Nyomi di daerah Duren Sawit dan dia mesti dirawat inap disana. Karna memang anjing yang kena penyakit ini harus dimandiin dengan shampoo khusus sekaligus mesti disikat lukanya supaya korengnya copot, luka kering dan kutunya mati. Sedih banget liat keadaan Hochi sebelum kita bawa itu. Mukanya jadi ga keruan karna luka dimana-mana, kakinya juga, perutnya juga. Sebelum hari kita bawa ke dokter, dia udah sempat kita mandiin di rumah pake shampoo khusus. Eh besok paginya mukanya bengkak donk sampe matanya susah melek gitu dan lemes banget jadinya. Biasa kalau pagi-pagi liat kita keluar kamar dia langsung kesenengan lompat-lompat jilat-jilat, rusuh pokoknya. Pagi itu pas saya keluar dia cuma diem aja tiduran. Jantung saya sampe mau coplok ke tanah. Saya keluarin cemilan kesayangannya dia juga ga bergeming. Biasa mah udah pasti nyamperin kesenengan kalau kita kasih cemilan itu. Ngeliat dia kayak gitu aja saya udah nangis T_T

Begitu sampe di dokter tau diapain? Bulunya dicukur habis 😥 Sedih banget ngeliat Hochi sampe jadi kayak gitu. Koreng dimana-mana, manalah bulunya juga dicukur jadi kasian ngeliatnya. Padahal selama ini kita selalu berusaha untuk kasih yang terbaik buat Hochi. Dari mulai kandang beli yg besar, dog food yang gradenya bagus, shampoo, segala perintilan deh kita selalu usahain yang terbaik. Tapi ngeliat anjing saya sakit kayak gitu saya jadi kecewa sama diri sendiri. Kecewa karna Hochi harus ngelewatin masa-masa kayak gitu, ga tega banget ngeliatnya :,(

Sekarang udah hampir 5 hari dia di klinik, kita kangen.. Pake banget kangennya 😦 Tadi siang kita sempet jenguk Hochi, dan sedih karna dia kayak stress di sana. Yang biasa jarang banget ditaro di kandang sekarang harus dikandang seharian, belum lagi penyakit kulitnya itu pasti bikin dia kesiksa juga. Dokter bilang wajar kalau anjingnya ngambek atau stress sekarang ini karna belum terbiasa apalagi kalau anjingnya memang anjing manja. Hochi ini memang manja banget sama kita :,(

Kemarin sore udah dikirimin fotonya Hochi sama dokter, belum kelar liat fotonya aja saya udah nangis ga keruan duluan. Saya memang sengaja ga mau pasang foto Hochi di sini karna nanti yang ada bakal makin sedih keinget lagi 😦  Tadi pas ketemu langsung jadi makin pengen nangis. Tapi inget dengan pesan salah seorang temen katanya kalau anjing kita lagi sakit, kitanya jangan sedih karna anjing bisa merasakan apa yang lagi kita rasakan. Kalau kita sedih nanti dia jadi makin stress dan makin lama proses penyembuhannya. Sepanjang ketemu Hochi tadi sekuat-kuatnya nahan untuk ga nangis dan cuma mikirin Hochi cepet sembuh biar bisa pulang lagi ke rumah sama kita berdua. Kelar dari dokternya, sampe mobil langsung nangis kejer. It breaks my heart.. Hati saya rasanya ga keruan ngeliat anjing kesayangan sakit dan sampe jadi kayak gitu keadaannya.

Mungkin ya ini saya jadi kayak lebay banget anjing sakit aja kok ditangisin sampe kayak gitu, tapi coba deh pelihara 1 anjing aja di rumah. Nanti pasti akan tau kenapa perasaan saya sampe kayak gini. Seharian juga jadi ga mood karna kepikiran Hochi. Mau ngapa-ngapain ga tenang, pulang rumah langsung inget Hochi lagi. Dulu sebelum melihara anjing saya juga ga ngerti kenapa ada orang yang perasaannya bisa segitunya sama anjing. Tapi setelah mengalami langsung saya jadi tau bagaimana perasaan mereka waktu itu bahkan rasanya rasa empati saya terhadap binatang maupun orang lain yang punya peliharaan jadi 10x lipat lebih peka. Rasa-rasanya kalau dulu ga tega liat binatang kesakitan, sekarang rasa ga teganya sampe bikin hati sakit dan kesel bukan main kalo ada orang yang jahat sama binatang.

Anjing itu bener-bener sahabat manusia yang paling setia. Walaupun baru beberapa bulan sama Hochi, saya tau dia bener-bener anjing yang setia sama kita, she loves us unconditionally. She loves us more than she love herself.

Ah Hochiku sayang.. Cepatlah sembuh, cepatlah sehat ya nak. Nanti kita jalan-jalan lagi setiap pagi di kompleks, jemuran di matahari pagi, lari-larian di lapangan depan rumah. Nanti kubelikan kau tulang favorit yang suka kau gigit-gigit tanpa ampun itu. Kubelikan juga 1 dus cemilan kesukaanmu itu, boleh kau makan sampe kenyang bahkan. Nanti kau bolehlah lompat-lompat ke pangkuan dan gangguin kita waktu lagi duduk santai di sofa. Nanti kau boleh juga gedor pintu kamar kami lagi setiap jam 6 pagi walau kadang kami masih kurang tidur. Nanti kau boleh cium-cium aku sepuasnya asal kau cepat sembuh ya Hochi kesayanganku.. Kita tunggu kau segera pulang ke rumah ya. We miss you so much Hochi :,(

photo (1)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You make me happy when skies are gray 🙂

Come home soon baby, can’t wait to see you. Hugs, love, and kisses :*

Kangen Hochi

IMAG2069

Malam ini kita harus nginep dadakan lagi di Bandung karna besok masih ada kerjaan yang harus dikelarin. Berhubung rencana awal cuma mau pulang pergi sehari Jakarta – Bandung si Hochi emang udah kita titipin di pet shop deket kompleks tadi pagi. Dari sore udah kepikiran itu anjing lagi ngapain ya sekarang? Dia kan ga suka di dalem kandang kecuali kalau waktunya tidur. Itu juga mesti ditungguin dulu supaya tenangan waktu masuk kandang.

Terus begitu tau ternyata malam ini mesti nginep, jadi makin gelisah saya mikirin Hochi. Uhuk lebay yah kayaknya. Tapi ini beneran kangen saya sama Hochi. Daritadi berdua suami ngobrol tentang si Hochi lagi ngapain, liat-liat fotonya, inget 3 minggu lalu waktu dia kita bawa pulang ke rumah. Norak banget deh kita macam udah ga ketemu Hochi sebulan aja. Dari kita bawa dia pulang, belom pernah ditinggal selama ini anjingnya. Tiap hari udah dibuat kebal sama kelakuan bandelnya tapi juga dibuat meleleh sama sikap manisnya ini anjing. Ah kangen banget pokoknya.. 😦

Malah beberapa minggu lalu waktu kita juga mesti ninggalin dia malem-malem karna ada kerjaan saya nangis donk di jalan. Ga tega ninggalin dia sendirian di rumah, apalagi waktu itu sampe jam 1an dia kita tinggal. Padahal sih namanya anjing pasti bakal ditinggal kan ya, ga mungkin dibawa kemana-mana juga. Habisnya saya mikir dia kan masih puppy, udah gitu husky juga tipe anjing yang seneng kalau ada orang di rumah. Jadi kasian aja kalau dia kesepian di rumah.. 😦

Walaupun baru 3 minggu, tapi selalu sama-sama Hochi tiap hari buat saya berat kalau mau pergi ninggalin dia. Walaupun kalau lagi bandel dibikin kesel sampe ke ubun-ubun, pasti nanti juga cepet lupa sama keselnya kalau dia udah balik manis lagi. Walaupun dia cuma seekor anjing, tapi saya ngerasa anjing memang bener-bener sahabat setianya manusia. Di saat kita sedih mereka kayaknya ngerti dan tau kita lagi sedih, ada aja kelakuannya yang bisa menghibur kita. Di saat kita seneng dia juga tau, bahkan kalau diajak ngobrol dia juga seolah-olah ngerti. Hahaha saya sering ngajak ngobrol Hochi kalau di rumah 😀

Mudah-mudahan dia baik-baik aja di tempat penitipan. Be a good girl ya sayang, we’ll be home soon… *huuuuggg*

Kalau kalian, ada yang pernah sedih ngga waktu mau pergi dan ninggalin peliharannya di rumah? 🙂

Welcome to the family Hochi

Camera 360Hochi 🙂

Dari dulu saya kepengen banget pelihara anjing. Kenapa? Efek nonton film sih kayaknya ya, habisnya seru kan kl di film-film gitu biasanya anjingnya pinter dan setia banget. Hahaha. Kalau Bubu sih dari kecil dia memang udah biasa melihara anjing di rumahnya, banyak banget malah. Nah kemarin setelah ngurus kerjaan di Bandung, kita sempetin untuk liat anak anjing yang dijual dan lokasinya juga pas ada di Bandung. Rencana awal sih kita cuma mau survey untuk lihat cocok dengan anjingnya apa ngga. Belum ada rencana buat bener-bener beli dan langsung melihara.

Waktu lagi lihat-lihat itulah kita jatuh cinta dengan salah satu anak anjing yang kalem banget *keliatannya* Udah dijelasin sama yang punya sih kalau Siberian Husky pasti begitu besar dikit, bakal jadi anjing yang aktif dan ga kalem kayak yang keliatan sekarang. Sebenernya waktu itu kita juga masih ragu untuk pelihara anjing atau ngga, rasa-rasanya kok kayaknya timingnya belum pas ya.. Tapi ngeliat suami kepengen banget pelihara anjing akhirnya kita putuskan buat bawa anjing ini pulang. Kita namain anjing ini Hochi. Kenapa Hochi? Ga tau, cuma itu yang terlintas. Hahaha. Di sepanjang perjalanan anjingnya ngapain? Tidur sodara-sodara. Ga mabok darat, ga ngaing-ngaing pokoknya anteng banget deh 🙂

Tapi begitu sampe rumah udah langsung pipis aja gitu di ruang tamu. Hahaha. Lebih parahnya lagi semalaman itu si Hochi nangis donk. Memang udah diwanti-wanti sama yang punya kalau buat minggu pertama anjingnya bakal nangis karna belum terbiasa dan terpisah sama saudaranya. Tapi ga nyangka aja kalau dia bakal nangis semaleman, udah gitu tangisannya Husky kan melolong gitu ya. Bayangin donk kita lagi cape-capenya tektok Jakarta-Bandung 1 hari, pulang udah malem, pas mau istirahat anjingnya melolong nangis ga berhenti. Berhenti sebentar dan jam 2 subuh nangis ga keruan. Saya ama suami sambil merem jalan ke halaman belakang buat nemenin dia. Terus begitu tenangan kita balik tidur dan bangun lagi jam 5 pagi karna Hochi nangis lagi. Phew.

Hari kedua gimana? Ga kalah parahnya. Jadi halaman belakang itu kan nyambung sama dapur, tapi berhubung rumputnya belum tumbuh sempurna masih banyak tanah basahnya.  Nah si Hochi kan cuma bisa main2 di halaman belakang dan area dapur, jadinya dapurku kotorrr seada-adanya. Aaaaaaaaa stress liat rumah begitu bentuknya. Begitu dibersihin langsung kotor lagi karna anjingnya lari-larian. Mau masukkin ke rumah tapi dia belum dilatih untuk pupi dan pipisnya. Yang lebih bikin stress lagi, tangisannya itu loh.. Bangun pagi dia udah nangis dan cukup lama baru berenti padahal udah ditemenin. Siang dia nangis lagi, begitu sore dan malam makin menjadi. Gimana ya, dengerin lolongannya Husky itu bikin hati pilu, beneran deh saya jadi kasian dan ikutan stress dengernya. Hari itu juga kita kebangun 2x waktu jam 2 dan jam 4 pagi karna Hochi berisik banget. Asli saya ga enak sama tetangga karna di kompleks ini rumahnya sebelah-sebelahan gitu. Jadi kalo ada yang berisik pasti kedengeran apalagi lolongan panjang dan nyaring.

Hari ketiga? Makin menggilaaaaa… Saya dan suami juga ikutan gila. Saya jadi ga pengen masak karna dapur kotor, makin ngerasa ga enak sama tetangga karna si Hochi nangis ga berenti. Memang sih belum ada yang protes, tapi kan ya jangan sampe ada yang protes juga. Saya ngebayangin kalau jadi tetangga dan denger anjing berisik gitu juga pasti kesel. Bubu bilang waktu dulu dia pelihara anjing ga ada yang sampe kayak gitu banget padahal sama-sama dari puppies. Si Hochi ini mungkin stress banget kali ya, denger lolongannya buat saya pengen kabur dari rumah. Ga kuat dengernya jadi ikutan stres. Hiks

Akhirnya kita beliin Hochi kandang dan segala perlengkapan lain buat anjing, tau dia ngapain? Anjingnya ga mau dikandangiinn.. Ga ada semenit udah gigit2 kandangnya, nangis dan marah minta dikeluarin *pengen lompat dari lantai 10* Beneran deh beberapa hari awal itu saya dan suami jadinya malah stress. Maksud pelihara anjing biar ada temennya tapi malah jadi stres karna si Hochi kayaknya ga betahan. Saya sendiri malah jadi kasian banget sama anjing ini, walaupun belum pernah punya peliharaan tapi ga tega kalau ngeliat ada binatang yang kayaknya tersiksa karna stress. Padahal sih ya udah kita lakuin semuanya biar dia betah. Kita tau ini memang resiko pelihara anjing dari puppies, tapi ga nyangka banget kalau bakal sampe segitunya dia. Sempet kepikiran apa mau dibalikin aja ya ke yang punya biar anjingnya ga kesiksa kayak gitu 😦

Setelah ngobrol panjang lebar sama Bubu kita mutusin untuk tetap ngurus anjing ini dan buat dia betahan. Akhirnya si Hochi kita taro di dalam rumah dan dilatih pelan-pelan buat tidur di kandangnya. Ajaibnya setelah 4 hari nangis non stop, pas dimasukkin ke dalam rumah berkurang banyak aja loh tangisannya. Malah anteeengg ga pake nangis-nangis kayak mau dibunuh orang. Ga pake melolong pilu di tengah bulan purnama. Tau gitu dari awal aja yaaaaa Hochhhh… Paling kalau jam bangun sih tetap pagi ya, si Hochi biasa antara jam 6 atau setengah7 udah bangun dan ngebangunin seisi rumah. Biasa bisa leyeh-leyeh bangun siang, seminggu ini sejak ada Hochi mode bangun pagi udah kesetel otomatis. Ya hikmahnya saya jadi bisa bangun pagi lagilah setidaknya, ga pake susah bahkan begitu denger Hochi ngelolong langsung berdiri dari tempat tidur. Hahaha.

Terus sekarang dia juga udah lumayan anteng di kandang kalau kita mau pergi. Padahal 2 hari pertama ngamuk-ngamuk waktu di kandang kayak mau ditembak mati aja. Yang masih jadi peer sekarang buat toilet trainingnya. Masih suka banget pipis dan pup di sembarang tempat padahal udah diajarin buat ke toilet. Huuk ngepel setiap menit T_T

Walaupun ini cuma anjing dan kadang nakal yaa, gatau kenapa saya kok rasanya bersyukur banget ya bisa melihara si Hochi ini.. Walaupun beberapa hari awal kayaknya perjuangan banget, tapi ga sia-sia karna anjingnya udah mulai betahan. Malah kadang suka kelewat nakal sampe saya ngumpet di kamar karna sebenernya saya kan takut sama anjing yang aktif gitu. Iya, takut anjing.. *cupu* *lempar bata* Kalau sama yang jinak sih ngga ya, cuma kalo sama yang suka gongong, gigit-gigit main dan lompat-lompat gitu saya masih takut. Beneran takut yang deg-degan panik dan pengen kabur. Huhuhu. Kalau Hochi mau main dan tiba-tiba gongong aja saya masih suka kaget dan serem sendiri. Tapi mudah-mudahan bisa ilang pelan-pelan seiring ada Hochi di rumah. Saya ngerasa ini kayak terapi juga buat saya yang takut anjing.

Udah tau takut sama anjing ngapain pelihara anjing?? Karna saya ga mau kalah sama rasa takut donk, saya inget banget udah takut sama anjing dari kecil. Masa seumur hidup kalo ketemu anjing masih takut? Terus, punya hewan peliharaan itu buat kita lebih bahagia. Ini beneran deh saya ngerasa lebih seneng sejak Hochi di rumah, walaupun kadang kesel kalo dia nakal tapi seneng rumah jadi rame 🙂

Welcome to the family Hochi! 🙂

Kalau kalian ada yang pernah pelihara anjingkah? Bagi-bagi tipsnya donk biar saya ga takutan lagi.. 😀

Camera 360