Rest in peace our beloved dog Hochi

c217de458f57f2d85d76e66158a271b6

Hari Sabtu 26 Juli kemarin Hochi meninggal. Anjing kesayangan kami yang memberikan 3 bulan paling berharga dalam hidup kami berdua. Mungkin Hochi memang hanya seekor anjing, tapi buat kami Hochi lebih daripada sekedar anjing. Dia sudah jadi salah satu anggota dalam keluarga kecil ini yang memberi begitu banyak kebahagiaan dan keceriaan di rumah. Rasanya rumah ga pernah sepi kalau ada Hochi. Rasa-rasanya waktu 3 bulan ini terlalu singkat untuk kita nikmati bersama.

Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya kalau Hochi waktu itu sedang dirawat inap di klinik hewan untuk perawatan Demodex. Setelah 1 minggu disana, dokter bilang Hochi sudah bisa dibawa pulang dan rawat jalan saja. Jadilah hari Jumat malam kita jemput Hochi di klinik. Begitu masuk pagar tempat dokter praktek, Hochi sudah menanti dengan setia di depan pintu dan siap menyambut kita berdua. Kita kangen, Hochi juga kangen :’) Sebelum pulang, dokter sempat periksa Hochi sebentar dan ngasih tau treatment selanjutnya yang harus dilakukan di rumah.

Malam itu kita pulang dengan hati lega, lega karna akhirnya anggota keluarga ini sudah lengkap lagi. Hochi duduk manis di jok belakang dan bahkan tidur dalam sepanjang perjalanan. Sesampainya di rumah, dia memang ga sesemangat kayak pertama kita jemput di klinik. Kita pikir itu karna dia harus menyesuaikan diri lagi setelah 1 minggu ga di rumah. Tapi kita kasih makanan juga ga disentuh sedikitpun, oh mungkin dia sudah makan tadi di klinik. Yang aneh bahkan setelah beberapa jam di rumah, anjingnya kok lesu banget. Kerjaannya cuma duduk, tidur dan kalau dipanggil juga ga ngerespon. Selama ini kalau udah sampe rumah dia pasti girang bukan main, rusuh sana sini, apalagi kalau diajakin main udah pasti nyaut. Ga lama kita perhatiin pas dia pup, ternyata (maaf) Hochi malah mencret. Mulai kita ngerasa ada yang ga beres karna seharusnya ga seperti itu apalagi tadi kondisinya udah membaik waktu kita jemput.

Pas kita kasih cemilan dan vitamin favoritnya dia sama sekali ga mau bahkan malingin mukanya. Selama ini mau sekenyang apapun ga pernah dia nolak 2 cemilan favoritnya itu. Cuma kita pikir mungkin dia masih stress karna harus adaptasi. Berhubung waktu itu udah malam, kita berdua tidur dan berharap besok Hochi sudah kembali ke Hochi yang biasa.

Keesokan paginya, kita nemuin Hochi dalam kondisi yang sama bahkan jauh lebih lemas. Dia bener-bener cuma duduk dan tidur dan sesekali mondar mandir gelisah. Pagi itu Hochi mencret lagi, kita udah rencana mau bawa dia ke dokter lagi takut kenapa-kenapa. Waktu kita bangun Hochi masih minum sedikit-sedikit, tapi sekitar mulai jam 9an sampai siang minumannya sama sekali ga disentuh. Saya ngeliat beberapa kali dia nyamperin minuman tapi begitu moncongnya diarahin ke air, dia ga jadi minum. Seolah-olah mual kalau mau minum. Pagi itu juga dokternya Hochi susah banget dihubungin, kita mau tanya baiknya gimana kira-kira. Apalagi hari itu hari libur saya ga tau apakah dokter masih praktek atau ngga kalau kita bawa ke klinik.

Akhirnya setelah dokter bisa dihubungi dia nyaranin kita untuk suapin makanan ke Hochi dan air minum yang paling penting. Kalau masih belum membaik kita disuruh bawa ke klinik. Siang itu kondisi Hochi bertambah buruk, kita suapin air minum dia bahkan ga mau buka mulutnya. Kita suapin makanan ke mulutnya tapi dilepeh sama dia. Sekarang dia bahkan cuma tertidur lemas sambil sesekali mengubah posisi. Waktu suami pegang mulutnya Hochi dingin, kita putusin buat langsung bawa dia ke klinik. Sungguh hari itu kita ga berpikiran apapun yang buruk, karna kondisi semalam sebelumnya waktu kita bawa pulang bener-bener udah keliatan membaik. Apalagi pas mau pulang dari klinik anjingnya juga semangat banget.

Siang itu waktu kita bawa ke dokter bahkan si Hochi udah sama sekali ga bisa bergerak dan saya lihat waktu bernapas pun kayaknya susah, matanya juga merem tapi ga menutup sempurna. Sampai di klinik, Hochi kita baringkan di kursi ruang tunggu karna dokter masih ada pasien. Waktu lagi nunggu giliran itu tiba-tiba Hochi (maaf) mencret darah. Jantung saya mau copot ke tanah, badan saya lemes liat Hochi kayak gitu. Padahal posisinya dia lagi tertidur lemas di kursi tunggu, dan cairannya keluar gitu aja. Jadi anjingnya sendiri bukan dalam posisi siap untuk buang air.

Setelah Hochi diperiksa sama dokter, yang paling kita takutkan pun terjadi. Jadi semalam sebelumnya waktu saya whatsapp, dokter memang sempet nanya anjingnya muntah apa ngga. Karna kalau muntah biasanya itu jadi pertanda penyakitnya udah parah. Tapi sepanjang di rumah itu Hochi sama sekali ga muntah. Dokterpun mikirnya mungkin dia cuma diare biasa dan waktu pagi saya bombardir dengan 1000 pertanyaan dia juga tampak tenang. Tapi begitu dia lihat gejala dan kondisi Hochi saat itu yang tiba-tiba diare darah, diduga Hochi kena Parvo virus. Virus ini menyerang dengan cepat memisahkan sel-sel dalam tubuh anjing dan yang paling parah menyerang sel ususnya. Parvo adalah penyakit yang serius dan berpotensi mematikan yang biasanya banyak menyerang anjing muda umur 6-16 minggu. Parvo virus ini juga ga ada obatnya, jadi chance untuk sembuh ya tergantung dengan kekuatan anjing itu sendiri, dibantu dengan tindakan medis dari dokter untuk memberikan infus untuk melawan dehidrasi dan kekurangan gizi pada anjing. Dokter bilang kalau bisa lewat 5 hari terhitung dari pertama dia diare darah, anjingnya pasti akan sembuh. Tapi kalau ngga ya kemungkinan besar akan lewat. Jadi 5 hari itu merupakan saat-saat kritis bagi si anjing.

Waktu denger dokternya ngomong gitu saya udah gatau harus ngapain. Ga percaya rasanya, padahal malam sebelumnya kita udah seneng-seneng bawa dia pulang dan anjingnya juga keliatan ga kenapa-kenapa saat itu. Kita bener-bener seneng karna Hochi akan pulang ke rumah. Akhirnya terpaksa Hochi harus kita tinggal lagi untuk diinfus dan dipantau sama dokter. Sebelum kita pulang, kondisi Hochi belum juga membaik. Dia cuma tertidur lemas dan ga bisa merespon sama sekali. Saya sama suami cuma bisa berdoa..

Kita pulang dari tempat dokter sekitar jam 2an. Jam 6 sore saya dapet kabar Hochi meninggal…

….

Hati saya hancur. Ga percaya kalau anjing kesayangan kami itu pergi untuk selamanya. Kita pikir setidaknya Hochi bisa bertahan untuk beberapa hari ini. Jangan secepat itu dia ninggalin kita. Ga adil. Di dalam mobil, saya dan suami cuma bisa nangis sesenggukan. Hati rasanya sakit banget. Kita bener-bener ngerasa kehilangan ditinggal Hochi. Dan kali ini untuk selamanya dia ninggalin kita..

Setelah nenangin diri, suami nyetir lagi untuk balik ke tempat dokter dan nguburin Hochi. Sepanjang perjalanan saya ga bisa berhenti nangis. Ada banyak skenario di otak saya. Ada banyak hal yang saya pertanyakan, ada banyak pihak yang saya salahkan termasuk diri kami sendiri. Sekian lama saya ga merasakan sakit dan kehilangan yang sampe kayak gitu, terakhir waktu kakek dan nenek saya meninggal. Kami berusaha untuk ikhlas, ikhlas ditinggal Hochi karna setidaknya dia ga perlu menderita lagi disini. Ga perlu lagi nahan rasa sakit yang luar biasa itu. Cuma pikiran kalau Hochi sudah bahagia disana yang bisa sedikit meringankan rasa sakit itu.

Saya ga pernah membayangkan hal ini karna memang saya ga mau membayangkannya. Cepat atau lambat memang akan tiba saatnya anjing untuk meninggalkan tuannya selamanya. Tapi hal ini terjadi jauh lebih cepat dari yang kami bayangkan. Waktu Hochi masuk ke keluarga ini, saya dan suami selalu berusaha untuk kasih yang terbaik buat dia. Bagaimanapun, detik saat kita ajak Hochi ke rumah kita udah bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup dia. Kita carikan dia kandang yang besar, kandang yang terbaik supaya dia ga perlu merasa sempit atau ga nyaman untuk bergerak. Kita kasih dia dog food dengan kualitas yang paling baik, kita beliin banyak mainan dan tulang-tulangan buat dia gigit. Kita kasih semua perhatian yang bisa kita kasih untuk Hochi.

Tapi disinilah kami sekarang berhadapan dengan kenyataan kalau Hochi sudah ga ada lagi.

Ga ada lagi Hochi yang gedor-gedor pintu kamar ngebangunin kami tiap jam 6 pagi

Ga ada lagi Hochi yang selalu gigitin sapu dan pel rumah tiap saya bersih-bersih

Ga ada lagi yang akan pasang tampang andalan ga bersalah setelah ngubek-ngubek dan numpahin isi tong sampah di rumah dan sepersekian detik kemudian kabur karna takut diomelin

Ga ada lagi adegan kejar-kejaran dengan Hochi di rumah

Ga ada lagi Hochi yang tiba-tiba nyempil dan duduk di tengah-tengah kita waktu lagi duduk santai di sofa

Ga ada lagi yang akan nyembulin setengah kepalanya ke dalam kamar, waktu sekecil apapun dia lihat pintu kamar terbuka

Ga ada lagi Hochi yang ikutan nyempil waktu kita pelukan, ikut minta dipeluk

Ga ada lagi yang akan kesenengan begitu mau diajak jalan pagi atau sore

Ga ada lagi yang akan rusuh kesenengan lompat-lompat dan saya kesakitan kecakar kuku tajamnya

Ga ada lagi Hochi kesayangan yang akan nyambut kami pulang ke rumah

Ga ada lagi Hochi yang duduk romantis berdua dengan saya di tengah lapangan kosong depan rumah itu,  seperti sore-sore waktu dia masih sehat 😥

Ga ada lagi yang akan tidur di depan pintu kamar, tempat tidur favorit Hochi

Ga ada lagi yang akan nyariin dan nyamperin saya kalau saya ngumpet di balik sofa

Ga ada lagi yang akan nungguin kami di depan kamar mandi setiap kali salah seorang di antara saya atau suami lagi mandi

Ga ada lagi Hochi untuk kami peluk….

Ada banyak skenario “seandainya” yang kami pikirkan. Tapi semuanya cuma buat kami makin ga ikhlas dengan kepergian Hochi. Kalau memang ini yang harus terjadi, mudah-mudahan memang ini yang terbaik menurut Tuhan. Setidaknya 1 hari sebelum kepergiannya Hochi sehat sebentar untuk kami lihat, kami peluk, bahkan untuk kami bawa pulang. Dia tau akan jauh lebih berat rasanya kalau tiba-tiba dia pergi ninggalin kita berdua gitu aja tanpa pertemuan terakhir. Dia memang anjing kesayangan. Hochi kesayangan yang akan dan selalu ada di hati kita berdua.

Mungkin umurnya masih terlalu pendek untuk pergi selamanya, tapi setidaknya dia sudah kasih 3 bulan yang ga akan terlupakan untuk kami berdua. 3 bulan yang berarti, dengan banyak kenangan indah. 3 bulan yang merubah pandangan saya seutuhnya terhadap anjing. 3 bulan yang memberi banyak pelajaran bagi saya dan suami. Dan mudah-mudahan selama masa hidupnya kemarin Hochi juga bahagia tinggal sama-sama kami. Ya Hoch? :’)

We miss you already Hochi. Do you happy up there? Life seems quiet without you, our home will never be the same. For memories of you will always linger and remain. Your napping spot, your feeding bowl, your toys, everything reminds me of you.

They say that time is a healer, but as the time goes on I seem to find it just as hard to face the fact you’ve gone. We love you so much Hochi and oh how we wish you were still here.. But I know that you are in a better place right know, where there is no pain anymore. The sands of time wil never wash away the love that we have for you. You’ll never be forgotten. We love you Hochi, and we’ll always do. Rest in peace our beloved dog, Hochi 🙂

IMAG1962look at you my baby girl :’)

IMAG2005look at that face 🙂

IMAG2011:’)

IMAG2012i love u too Hochi

photo 1what are you doing Hoch?

photo (4)

Processed with VSCOcam with g3 presetSleeping on mom’s lap. Till we meet again Hochi. Hug and kisses 🙂

Advertisements

Get well soon Hochi

b86fa65df005f1ceb590e25895090ea9source

Udah sekitar hampir 2 bulan ini Hochi lagi sakit-sakitan. Kita sedih dan ga nyangka kenapa dia bisa kena penyakit kayak gini padahal masih kecil. Sekitar 2 bulan lalu Hochi kita bawa ke dokter karna ada semacam lendir yang keluar dari tempat pipisnya. Dokter bilang mungkin dia kena infeksi, dikasih obat minum sambil dirawat jalan dan rajin kontrol ke dokter. Ga lama setelah dari dokter, di bagian lehernya ada kayak koreng gitu tapi ga banyak. Kemudian disusul dengan bercak merah di bagian perut dan koreng di leher juga bertambah jumlahnya walaupun memang ga mengganggu. Waktu kontrol kita sekalian tanya tentang korengnya itu, lalu dokter bilang Hochi kayaknya kena jamur. Dikasi obat juga untuk menghilangkan jamur dan dikasih suntik anti kutu.

Jadi salah satu penyebab dia kena jamur ini karna cuaca yg lagi ga menentu kayak sekarang ini yang bikin udara jadi super lembab. Nanti sebentar panas ga nyantai, sebentar lagi tiba-tiba hujan deras. Setelah 2 minggu rawat jalan sambil kita kasih obat, yang saya Heran kok korengnya Hochi jadi tambah banyak, bahkan menjalar sampe ke mukanya juga. Dia juga keliatan banget jadi gatel-gatel dan gelisah. Waktu lagi main ke pet shop langganan, kita dikasih tau shampoo dan salep Pipapet untuk ngobatin jamur. Udah rajin kita mandiin dan dikasih salep tapi ternyata ga sembuh juga.

Akhirnya kita bawa lagi Hochi ke dokter dan waktu diperiksa ternyata dia kena Demodex. Sedih banget rasanya miris ga keru-keruan. Jadi Demodex ini semacam penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu yang hidup di bawah kulit anjing. Dalam kondisi normal, kutu ini memang ada di setiap anjing sehat sekalipun. Tapi jumlahnya akan bertambah banyak dan jadi penyakit di saat imun tubuh anjingnya lagi lemah. Dari umur 3 bulan Hochi udah kita jadwalin untuk vaksin, tapi karna dia sakit-sakitan terus waktu itu terpaksa vaksin harus ditunda karna vaksin cuma boleh dikasih kl anjing udah sehat. Terus penyebab lainnya juga karna faktor keturunan, kalau induknya kena penyakit ini otomatis menurun ke anaknya juga. Sempet kesel kenapa waktu itu pemilik pertama ga ngasih tau kalau anjingnya dia ada yang kena Demodex. Setidaknya biar bisa kita wanti-wanti atau cari tau solusinya. Waktu tau Hochi kena Demodex saya jadi makin sedih, seolah-olah selama ini gagal kasih yang terbaik buat dia.

Setelah beberapa hari dari dokter kita liat Hochi belum baikan, kita coba berobat ke dokter lain yang kebetulan direkomendasiin oleh salah satu kenalan yang ketemu di klinik pertama Hochi berobat. Anjingnya dia dulu juga kena Demodex dan dikasih salep sama dokternya dia yang lumayan membantu proses penyembuhan. Oh iya ternyata pasangan yang kemarin kita ketemu ini ikut dalam Animal Defender, sebuah organisasi yang melakukan rescue, rehab, atau rehome untuk anjing dan kucing tanpa pemilik. Seneng ketemu sesama pecinta anjing jadi dapet ilmu baru 🙂

Singkat cerita Hochi kita bawa berobat ke Dokter Nyomi di daerah Duren Sawit dan dia mesti dirawat inap disana. Karna memang anjing yang kena penyakit ini harus dimandiin dengan shampoo khusus sekaligus mesti disikat lukanya supaya korengnya copot, luka kering dan kutunya mati. Sedih banget liat keadaan Hochi sebelum kita bawa itu. Mukanya jadi ga keruan karna luka dimana-mana, kakinya juga, perutnya juga. Sebelum hari kita bawa ke dokter, dia udah sempat kita mandiin di rumah pake shampoo khusus. Eh besok paginya mukanya bengkak donk sampe matanya susah melek gitu dan lemes banget jadinya. Biasa kalau pagi-pagi liat kita keluar kamar dia langsung kesenengan lompat-lompat jilat-jilat, rusuh pokoknya. Pagi itu pas saya keluar dia cuma diem aja tiduran. Jantung saya sampe mau coplok ke tanah. Saya keluarin cemilan kesayangannya dia juga ga bergeming. Biasa mah udah pasti nyamperin kesenengan kalau kita kasih cemilan itu. Ngeliat dia kayak gitu aja saya udah nangis T_T

Begitu sampe di dokter tau diapain? Bulunya dicukur habis 😥 Sedih banget ngeliat Hochi sampe jadi kayak gitu. Koreng dimana-mana, manalah bulunya juga dicukur jadi kasian ngeliatnya. Padahal selama ini kita selalu berusaha untuk kasih yang terbaik buat Hochi. Dari mulai kandang beli yg besar, dog food yang gradenya bagus, shampoo, segala perintilan deh kita selalu usahain yang terbaik. Tapi ngeliat anjing saya sakit kayak gitu saya jadi kecewa sama diri sendiri. Kecewa karna Hochi harus ngelewatin masa-masa kayak gitu, ga tega banget ngeliatnya :,(

Sekarang udah hampir 5 hari dia di klinik, kita kangen.. Pake banget kangennya 😦 Tadi siang kita sempet jenguk Hochi, dan sedih karna dia kayak stress di sana. Yang biasa jarang banget ditaro di kandang sekarang harus dikandang seharian, belum lagi penyakit kulitnya itu pasti bikin dia kesiksa juga. Dokter bilang wajar kalau anjingnya ngambek atau stress sekarang ini karna belum terbiasa apalagi kalau anjingnya memang anjing manja. Hochi ini memang manja banget sama kita :,(

Kemarin sore udah dikirimin fotonya Hochi sama dokter, belum kelar liat fotonya aja saya udah nangis ga keruan duluan. Saya memang sengaja ga mau pasang foto Hochi di sini karna nanti yang ada bakal makin sedih keinget lagi 😦  Tadi pas ketemu langsung jadi makin pengen nangis. Tapi inget dengan pesan salah seorang temen katanya kalau anjing kita lagi sakit, kitanya jangan sedih karna anjing bisa merasakan apa yang lagi kita rasakan. Kalau kita sedih nanti dia jadi makin stress dan makin lama proses penyembuhannya. Sepanjang ketemu Hochi tadi sekuat-kuatnya nahan untuk ga nangis dan cuma mikirin Hochi cepet sembuh biar bisa pulang lagi ke rumah sama kita berdua. Kelar dari dokternya, sampe mobil langsung nangis kejer. It breaks my heart.. Hati saya rasanya ga keruan ngeliat anjing kesayangan sakit dan sampe jadi kayak gitu keadaannya.

Mungkin ya ini saya jadi kayak lebay banget anjing sakit aja kok ditangisin sampe kayak gitu, tapi coba deh pelihara 1 anjing aja di rumah. Nanti pasti akan tau kenapa perasaan saya sampe kayak gini. Seharian juga jadi ga mood karna kepikiran Hochi. Mau ngapa-ngapain ga tenang, pulang rumah langsung inget Hochi lagi. Dulu sebelum melihara anjing saya juga ga ngerti kenapa ada orang yang perasaannya bisa segitunya sama anjing. Tapi setelah mengalami langsung saya jadi tau bagaimana perasaan mereka waktu itu bahkan rasanya rasa empati saya terhadap binatang maupun orang lain yang punya peliharaan jadi 10x lipat lebih peka. Rasa-rasanya kalau dulu ga tega liat binatang kesakitan, sekarang rasa ga teganya sampe bikin hati sakit dan kesel bukan main kalo ada orang yang jahat sama binatang.

Anjing itu bener-bener sahabat manusia yang paling setia. Walaupun baru beberapa bulan sama Hochi, saya tau dia bener-bener anjing yang setia sama kita, she loves us unconditionally. She loves us more than she love herself.

Ah Hochiku sayang.. Cepatlah sembuh, cepatlah sehat ya nak. Nanti kita jalan-jalan lagi setiap pagi di kompleks, jemuran di matahari pagi, lari-larian di lapangan depan rumah. Nanti kubelikan kau tulang favorit yang suka kau gigit-gigit tanpa ampun itu. Kubelikan juga 1 dus cemilan kesukaanmu itu, boleh kau makan sampe kenyang bahkan. Nanti kau bolehlah lompat-lompat ke pangkuan dan gangguin kita waktu lagi duduk santai di sofa. Nanti kau boleh juga gedor pintu kamar kami lagi setiap jam 6 pagi walau kadang kami masih kurang tidur. Nanti kau boleh cium-cium aku sepuasnya asal kau cepat sembuh ya Hochi kesayanganku.. Kita tunggu kau segera pulang ke rumah ya. We miss you so much Hochi :,(

photo (1)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

You make me happy when skies are gray 🙂

Come home soon baby, can’t wait to see you. Hugs, love, and kisses :*

How do rainy days make you feel?

46761-Coffee-And-Rainsource

Hari ini Jakarta mendung dan hujan seharian. Dari pagi bangun, awan udah males-malesan bergelayut di langit, apalagi matahari rambutnya seujung pun juga ga keliatan, hawanya adem seharian. Jarang-jarang bangun pagi dan udara sedingin itu. Sarapan dengan 2 keping roti bakar yang dioles mentega dan 1 gelas teh manis hangat, kami duduk di ruang makan sambil ngeliatin kelakuan aneh Hochi dan menikmati udara pagi ini. Entah gimana cuaca mendung selalu membuat suasana jadi lebih santai sekaligus membawa setitik rasa sendu. Ah hujan..

Dari dulu saya selalu senang kalau musim hujan tiba, cuaca jadi dingin, ga perlu bercucuran keringat waktu di luar rumah, dan untuk waktu yang sebentar keramaian serta aktivitas padat di Jakarta rasanya berkurang *kecuali setelah hujan berhenti* *jangan ditanya macetnya* Kalau lagi naik motor dan kehujanan aja seneng banget rasanya. Rasanya gimana ya, kayak yang ada di film-film itu loh.. Waktu ada adegan lari dan ketawa-ketawa di tengah hujan. Seneng banget gitu ya. Atau kalau dulu jaman pacaran, suka membayangkan adegan-adegan ciuman di bawah hujan deras yang sayangnya ga pernah terwujud sampe detik ini. Bahahaha *efek kebanyakan nonton film*Secara suami malah ga suka sama sekali sama hujan apalagi kehujanan *drool*

Trus dulu juga ada masa-masanya kalau mau tidur saya harus selalu denger suara hujan. Gimana caranya? Saya install aplikasi di ipod yang ngeluarin macem-macem suara buat nemenin tidur, dari suara angin, suara ombak, suara hujan, sampe suara bising di jalan raya. Hahaha ada-ada aja deh emang. Saya pernah coba beberapa kali ga denger suara hujan sebelum tidur, yang ada cuma gelisah pindah-pindah posisi dan lama banget tidurnya. Untung sekarang udah ga perlu lagi denger suara hujan, udah ada suami yang jadi obat tidur di sebelah tiap malem :p

Paling seneng kalau lagi hujan deras dan saya ada di rumah. I love the sound of the rain against the window, i love the breeze when the rain starts falling, and i love the smell of rain. Ngumpet di bawah selimut, cuddling with Bubu, atau sekedar duduk di meja makan dan minum segelas teh hangat sambil baca buku. Rasanya hidup ga bisa lagi lebih indah. Hujan selalu membawa ketenangan yang ga bisa digambarkan dengan kata-kata 🙂

How about you? How do rainy days make you feel? 🙂

Together Forever

old-couple-holding-handssource

Semenjak berhenti kerja, otomatis waktu yang saya habiskan bareng suami sekarang jadi lebih banyak. Kalau dulu cuma bisa ketemu pas mau tidur dan bangun pagi untuk siap-siap ngantor, sekarang ketemu bisa 24 jam sehari. Hehehe. Enak? Ya enak donk :p

Apalagi sekarang juga kerjanya bareng suami, jadi ya dimana ada kerjaan perginya juga bareng. Kalau saya pikir-pikir beneran hampir tiap hari kami selalu sama-sama. Paling cuma ga bareng pas saya lagi ketemu sama temen-temen cewe atau pas suami lagi ketemu temen-temennya. Tapi itu juga jarang sih 😀 Kebetulan saya dan suami tipe yang sama kalau urusan berteman, teman kita sedikit tapi ya itu-itu aja terus dan biasanya udah lama kenal. Sedikit tapi berkualitas 🙂

Pokoknya tiada hari tanpa melihat muka suami deh. Inget jaman dulu pacaran ketemu paling cuma sekali atau dua kali seminggu. Itu aja kangennya udah kayak apaan tau :p Sekarang udah ketemu tiap hari taunya masih bisa kangen juga loh. Hahaha beneran. Kayak kemarin itu kan saya ada acara di gereja, acaranya ini seharian dari pagi sampai malam. Taunya begitu sampe gereja ternyata kita dipisah perkelompok gitu dan duduknya juga jauh-jauhan. Berhubung saya masih baru di gereja, jadinya belum kenal siapa-siapa. Ih sedih deh dipisah gitu duduknya, rasanya gimana gituuu.. Dibilangin orang kita kemana-mana dan ngapa-ngapain selalu berdua kok. Nih ya dari bangun, sarapan, mandi, nonton tv, kerja, di mobil, ke mall, makan siang, makan malem, tidur, semuanya bareng-bareng kecuali kalo lagi ke toilet ya. Hahahaha.

Acara di gereja ini kan kayak retreat gitu dan dibagi per sesi, terus begitu sesi pertama selesai saya nyariin suami ceritanya mau ngambil buku catetan di dalam mobil. Celingak celinguk mana nih si suami bucuk, eh taunya dia juga lagi celingak celinguk nyariin saya. Begitu tatapan mata kita ketemu, langsung sumringah donk, bahahahaha norak banget deh kayak FTV aja 😀 Pas sama-sama jalan ke parkiran, si Bubu bilang, “Ih heran aku kok kangen juga ya sama kamu, padahal sama-sama di satu ruangan.” Saya, langsung terbang ke langit yang ke 7, lalu ditarik lagi ke tanah. Sayanya juga kangen, seneng banget gitu rasanya pas kita jalan berduaan ke parkiran. Aah noraklah kita macam seminggu ga ketemu aja. Kurang sering apa coba kita ketemunyaa?? *zoom in zoom out muka suami*

Saya kepikiran ini gara-gara beberapa minggu lalu kita kejebak macet selama 9 jam di jalan. Bersyukur banget saat itu saya bisa nemenin suami, jadi walaupun kesel ya setidaknya yang 1 masih bisa menghibur. Nanti saya cerita di postingan lain deh soal kejebak macet yang bikin lumutan itu. Selalu sama-sama tiap hari gini ya ada efek sampingnya juga,  jadi ga bisa lama-lama pergi atau pisah sama suami. Mungkin karna sudah terbiasa, begitu ga ketemu rasanya ada separuh jiwa yang hilang *cailah* *dilempar botol aqua*

Beberapa waktu yang lalu saya nonton iklan yang cukup menyentuh.

Ceritanya tentang seorang istri yang memberikan speech terakhir untuk suaminya di pemakaman. Dia ga cerita tentang betapa baik suaminya ataupun pujian-pujian lain yang biasa disampaikan orang saat menghadiri pemakaman. Sebaliknya, wanita ini menceritakan kebiasaan suaminya di tempat tidur yang suka ngorok, bahkan suka kentut saat tidur. Lalu dia bilang, tapi di saat-saat terakhir dia bersama suami, semua kebiasaan itulah yang jadi pertanda kalau suaminya ini masih hidup. Sekarang semua suara ngorok ataupun suara kentut itu udah ga bisa dia denger lagi karna suaminya udah meninggal.

Nangis bombay nonton video ini. Ga kebayang begitu nanti tiba waktunya kita untuk pergi, gimana beratnya ninggalin suami/istri yang kita cintai dengan sepenuh hati itu. Amit-amit ya tapi kan umur di tangan Tuhan dan ga ada orang yang tau sampai kapan kita hidup. Gatau itu sedihnya kayak apa setelah sekian lama sama-sama dan tiba waktunya buat berpisah 😦

Bertahun-tahun pacaran sama suami, nikah, dan nanti sampe tua sama-sama selamanya buat saya ga sanggup untuk mikirin skenario lain selain ya selalu sama-sama. Ga mau ngomongin yang serem-serem, tapi ga bisa ngebayangin gimana rasanya kalau hidup tanpa suami. Bukan berarti harus nempel 24 jam sehari dan 365 hari setaun ya, tapi ga bisa gitu ngebayangin pokoknya ga bisa ngebayangin skenario lain selain hidup sampai tua sama Bubu.

Kemana-mana bareng selama 8 bulan kayak gini aja begitu sehari ga ketemu udah kangen kayak apaan tau. Apalagi kalau nanti mudah-mudahan dikasi umur panjang bisa sama-sama selama puluhan tahun. Kalaupun umur saya nanti bisa 80 tahun, itu artinya lebih dari setengah umur saya aja (lebihnya pake banget ya) udah saya habiskan sama-sama Bubu. Ga kebayang kalauu…… Ihh ga usah dibayanginlah ya.

Mudah-mudahan saya bisa memanfaatkan waktu yang ada sekarang ini dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan cinta yang kita miliki sekarang selalu sama bahkan semakin bertambah besar sampai nanti kita tua. Bukan, ini bukan anniversary, saya cuma lagi jatuh cinta lagi sama suami. Uhuk *nyari-nyari si Bubu buat digelendotin*

Kalau kalian, pernah kepikiran hal seperti ini ngga? Cerita donk.. 🙂

“I wanna grow old with you, I wanna die lying in your arms. I wanna be looking in your eyes, I wanna be there for you sharing everything you do. I wanna grow old with you.”

*tebak lagu*

Senengnya terima paket

photo

Sedih banget rasanya laptop mati total dan harus nginep di service center hampir 2 minggu. Kangen ngeblog dan blogwalking tapi males kalau buka dari hp, rasanya ga puas 😦 Udah gitu juga jadi kelewat ikutan giveawaynya mba Yo karna draft disimpen di laptop, bukan di WP nya. Uhuk sedih 😦

Tapi di tengah kehampaan karna udah lama ga ngeblog, beberapa hari lalu dapet kiriman bingkisan dari Messa. Isinya ada postcard, gantungan kunci, dan notes yang lucu-lucuu oleh-oleh dari Bangkok. Ahh aku bahagiaa…. Makasi yaa Messa oleh-olehnya dan mau repot jauh-jauh ngirimin kesini. Suka banget sama oleh-olehnyaa 🙂 :*

Ngomongin tentang hadiah, pernah ga sih kalian ngerasa seneng kalau tiba-tiba ada kiriman barang buat kalian ke rumah? Kalau saya sih berhubung anaknya seneng sama kado jadi ya seneng banget mau dapet kiriman apapun juga. Rasanya begitu terima paket, ga sabar pengen cepet-cepet dibuka bungkusnya. Bukan hanya kado aja sih, tapi kayak misalnya belanja online kan barangnya juga dikirim ke rumah tuh. Nah kadang setelah bayar besok-besoknya suka lupa kalau nanti mau ada kiriman. Begitu barangnya nyampe rumah tetep aja seneng dan ga sabar pengen liat isinya *padahal udah tau* Hahaha.

Kayak waktu paketnya Messa kemarin sampe rumah saya sempet bingung malah, perasaan ga beli apa-apa kok ada kiriman ya, eh taunya kepilih buat dikirimin oleh-oleh. Girang deh saya 😀 Waktu itu juga pernah dapet kiriman kartu Natal dari Angel. Itu juga rasanya seneng banget loh, baca kartu Natal yang ditulis tangan khusus sama pengirim tuh rasanya jadi special. Sayang tradisi tukar kartu Natal ini udah ga serame dulu padahal kan seru yah.

Jaman dulu kerja tiap mau lebaran atau Natalan pasti ada aja yang ngirim paket mulai dari parcel, kado Natal, ataupun kartu ucapan. Yang serunya sih karna paket itu dikirim atas nama kita pribadi, bukan cuma ke kantor aja jadi bisa dibawa pulang. Hauahaha. Walaupun ga lebaran, tapi seneng kalau udah deket-deket hari raya ikutan bawa pulang parcel juga 😀

Intinya kalau terima kiriman ke rumah baik itu kado maupun hasil belanja online rasanya kok ya seneng banget ya. Hahaha. Apalagi kalau pas lupa mau ada kiriman, begitu terima paket senengnya jadi double karna kayak dapet surprise 😀 Mudah-mudahan besok lebih banyak lagi paket-paket yang dikirim ke rumah *ngarep* Apalagi kl paket yang isinya tiket buat keliling Eropa, ih rasanya kayak apa tuh ya senengnya 😮 *ngayal* *guling-guling di kebon tetangga*