Let us rise up and be thankful

Empty Hospital Bedsource

Hari ini kita ke rumah sakit untuk jenguk saudara yang baru selesai operasi. Saya sebenernya paling ga suka ke rumah sakit, bukannya kenapa, tapi nyium bau rumah sakit aja rasanya jadi cemas. Apalagi kalau liat banyak pasien yang lalu lalang dengan entah berbagai rasa sakit yang lagi mereka tanggung. Ah ga tahan ngeliatnya..

Dalam perjalanan menyusuri lorong rumah sakit, ada banyak pasien yang terbaring ga berdaya di tempat tidur dorong. Mungkin baru sehabis operasi dan mau dipindahkan ke kamar rawat inapnya. Semua pasien yang terbaring di tempat tidur mukanya pucat, ada juga yang harus menggunakan bantuan oksigen untuk bernafas, ada yang hanya bisa memejamkan mata atau sekedar menatap nanar ke langit-langit.

Sedangkan saya? Saya masih bisa jalan kaki di lorong-lorong sambil menikmati pekarangan rumah sakit yang cantik, bisa menggerakkan kaki dan tangan sesuka saya, dan bahkan bisa bernafas tanpa merasa sakit sedikitpun. Bukan karna mau berbahagia di atas penderitaan orang, tapi detik itu saya sadar betapa beruntungnya masih dikasih kesempatan untuk menikmati semua ini.

Sepele ya, tapi seberapa sering sih saya mengucap syukur untuk setiap tarikan nafas di saat bangun pagi? Seberapa sering saya bersyukur untuk organ tubuh yang masih berfungsi sempurna?

Ah Tuhan, sesungguhnya betapa aku bersyukur untuk nikmatMu yang satu ini.

Mudah-mudahan mereka yang sekarang sedang sakit selalu dikuatkan dan diberi kesembuhan. Amin.

 “Let us rise up and be thankful, for if we didn’t learn a lot at least we learned a little, and if we didn’t learn a little, at least we didn’t get sick, and if we got sick, at least we didn’t die; so, let us all be thankful.” – Gautama Buddha

Advertisements

12 thoughts on “Let us rise up and be thankful

  1. Setiap pagi bangun dan masih hidup itu seperti mendapat hadiah ya Mar. Aku semakin sadar ini setelah adikku meninggal. Sayangnya banyak orang yang take thia for granted.

    • Iya mba Yo, ada banyak orang yang berjuang buat kembali sehat termasuk adikmu ya mba.. Tp aku yakin semua perjuangan adikmu ga pernah sia2 mba 🙂
      Makanya hidup yg udah dikasih ke kita ini berharga banget kan karna ada banyak org di luar sana yg rela menukar semua hartanya demi kembali sehat :’)

  2. One thing i did in the morning mar… being grateful liat diri sendiri n anak2 dalam keadaan sehat dan baik2 saja. Terutama anak2 ku sih….soalnya kalo mereka lg sakit asli bikin galau abisss….so lets grateful everyday… 🙂

    • Iya yah jo.. Asal anak2 sehat orangtua pasti seneng. Asal anak2nya bahagia, orangtua yang ngeliat aja jadi jauh lebih bahagia. Semoga km dan keluarga selalu diberi kesehatan ya Jo.. 🙂

  3. Thanks for the reminder! Iya..aku selalu mengingat akan kemurahan hati Tuhan krn diberi nafas setiap detik nya….Life is so precious and I am so grateful for it..thank you God.

  4. ah bener bangeeet, sehat itu sungguh mahal tapi sakit jauh lebih mahal. Bersyukurlah kita semua yang masih diberi nikmat kesehatan sampai saat ini. Have a good day 🙂

    • Betul sekali. Kl udah sakit harta sebanyak apapun jadi ga ada artinya ya.. Kl byk org sakit pengen sembuh, yg sehat harus jauh lebih bersyukur. Have a good day too Dit 🙂

  5. Mar makasih lagi udah ngingetin… Aku tiap bangun gak pernah lupa bersyukur karna masih dikasih nafas utk lanjutin kehidupan hari itu. Itu berharga banget yah.. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s