Be grateful

Ceritanya, sudah beberapa hari ini baca blog orang yang ditemukan secara random dari blog orang lain lagi. Sayangnya saya belum ngerti cara ngelink alamat blog itu gimana sih? *gaptek*

Anyway, nanti kalau udah tau akan saya coba link di post yang lain. Saya jadi berpikir, Tuhan selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur lewat cara sederhana yang ga pernah terpikirkan oleh kita. Contohnya, pagi ini saya disentil lagi melalui blog yang baru aja dibaca, kalau bersyukur adalah salah satu hal yang harus selalu kita lakukan. SELALU. No matter what we’ve been through, God allowed such thing to happen in our lives. No matter how bad or how good is it.

Siapa sangka pagi ini saya boleh diingatkan kembali untuk bersyukur atas segala sesuatu yang sudah didapatkan, atas pekerjaan saya, atas hal-hal yang saya pikir mustahil untuk dicapai, hanya dengan membaca sebuah postingan di blog? Lihat, gimana Tuhan selalu berusaha mengingatkan kita untuk ga pernah berhenti bersyukur.

Jadi keinget tadi pagi waktu lagi di bus, ngeliat bapak-bapak tua bawa kantong besar yang isinya tisu dan masker. Naik turun bus untuk cari nafkah. Lalu berapa pendapatan yang bisa ia dapatkan paling banyak dalam sehari? 10ribu? 20ribu? Bapak itu udah tua, tapi hidupnya masih aja keras. Masih aja harus banting tulang kayak gitu demi sesuap nasi. Is that fair?

Bisa bayangin ga kalau orang tua yang jualan itu adalah orang terdekat kita? Jadi kenapa saya harus selalu menggerutu atas betapa saya tidak suka sama pekerjaan yang sekarang, betapa sangat melelahkan, betapa sangat membosankan duduk di kursi ini, sedangkan ada banyak orang di luar sana yang hanya untuk mendapatkan uang 10 ribu sehari saja mungkin luar biasa susahnya. Tenaga sudah digerus umur, tapi harus naik turun bus untuk jualan yang kadang dalam 1 bus aja ga ada sama sekali yang beli, panas-panasan di pinggir jalan ditemani dengan udara ‘segar’ dari polusi kendaraan.

Di saat ngetik ini pun saya ngerasa kayak ditampar. Saya selalu menggerutu untuk hal-hal yang ga penting. Almost every single day if i can say. Selalu mengeluh betapa saya tidak meyukai pekerjaan yang sekarang, betapa sangat membosankan, betapa saya ingin melakukan hal-hal yang saya sukai. You know people always said,

Choose a job you love so you will never have to work a day in your life

Oh, how i couldn’t agree more. But sometimes in life, we can’t always do or working on things that we love. Ada saat-saat kita harus berkompromi dengan keadaan bahwa di kehidupan nyata kita harus bekerja, whether you like it or not. Mau kerjaannya membosankan, susah, ga cocok, ya tetep harus kerja. Tuhan sudah memberikan kita anugerah untuk bisa bekerja, jadi kenapa kita harus menyia-nyiakannya? *nampar diri sendiri*

By the way, thanks to May yang melalui tulisan di dalam blognya menyadarkan saya akan banyak hal. Life is a constant exercise in self improvement. We could be a better person for sure. Start with being grateful!

Advertisements

10 Tips Memulai Persiapan Pernikahan

Lagi tengah kerja, tiba-tiba teringat sama niat awal saya untuk buat blog ini. * bukannya kerja malah nulis blog

Tidak jauh-jauh dari masalah pernikahan sih pastinya. Hehehe. Saya pribadi soalnya ngerasain banget bingung dan ga ngerti apa saja yang harus disiapkan untuk keperluan wedding.

Pasti banyak capeng yang pertamanya bingung harus mulai dari mana. Apa yang harus dicari, apa yang harus dibooking duluan, vendor apa yang mau dipakai dan sederet daftar panjang lainnya.

169_20130603160825331

Jadi saya merangkum beberapa langkah awal yang harus dipersiapkan ketika sudah ada rencana untuk menikah :

1. Yang pasti calonnya udah mau diajak nikah, atau setidaknya sudah ada pembicaraan serius mengenai rencana pernikahan ini  *yaiyalah kl ngga buat apa cape nyari-nyari? ._.

2. Tentukan tanggal baik kalian. Mau menikah di hari apa, tanggal berapa, bulan berapa, tahun berapa. Tapi saran saya sih akan lebih baik lagi kalau tanggalnya fleksibel. Dalam artian kalaupun tidak bisa di tanggal tersebut tanggal lain juga masih boleh. Kenapa saya bilang begitu?

3. Karena nyari gedung yang available untuk nikahan itu susah bok! Apalagi kalau kita mencari gedung yang lokasinya ada di pusat perkotaan seperti Sudirman, Kuningan, etc. So, kalau tanggal yang kita mau itu masih available, lucky you! Tapi kalau yang available adalah di tanggal lain saran saya sih coba bicarakan dengan pasangan dia setuju atau tidak.

4. Sebelum mencari gedung, ada baiknya dibicarakan dengan pasangan dulu berapa budget maksimal untuk biaya sewa gedung. Jadi nanti tidak over budget, sekedar info saja tarif sewa gedung untuk wedding di Jakarta beragam kok, mulai dari yang 5 juta – 20 jutaan juga ada.

4. Segeralah mencari gedung mana yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan. Trust me, orang yang mau nikah setiap minggu dalam setahun itu banyak banget! Asli banyak beneran loh. Dan ga jarang banyak gedung yang sudah full booked sampai akhir tahun. *pingsan

Saya sendiri rencana untuk menikah tadinya di tanggal 7 December 2013, tapi gedung yang ditaksir di tanggal segitu udah full booked baik pagi ataupun malam. Yang tersisa cuma di akhir tahun sekitar tanggal 28 December. Berhubung itu sudah masuk musim liburan, kita takutnya tamu-tamu sudah ada rencana sendiri. Dan yang available hanyalah tanggal 10 November tapi itu juga hasil cancelan orang pertama yang tidak jadi memakai gedung tersebut. Memang jodohnya tanggal segitu berarti. Fiuuh ~

5. Lakukanlah segera keperluan administrasi yang diperlukan untuk  sewa gedung. Biasanya sih diperlukan DP sekian persen untuk mengikat tanggal yang sudah kita setujui. Kalau pembayaran DP dilakukan lewat dari waktunya, biasa nanti akan dianggap batal (konfirmasi dengan pihak gedung sangat penting)

6. Bernafaslah lega sedikit setelah urusan gedung selesai. Setidaknya ada 1 list yang sudah bisa dicoret. Langkah selanjutnya, ini optional sih sifatnya, buatlah timeline yang berisi tentang hal-hal apa saja yang harus disiapkan dan kapan deadline terakhir. Karena untuk ngurus wedding itu yang banyak adalah perintilannya. Misalnya, catering apa yang mau dipakai, kapan mau ke catering, diskusi mengenai menu, dekorasi, rias busana, dll. Saya sebutin dikit dulu aja yah drpd pusing :p

Timeline ini akan lebih memudahkan kita untuk stick to the plan dan lebih terorganisir dalam menyiapkan hal-hal yang diperlukan.

7. Mulai cari tahu mengenai vendor apa saja yang nanti akan dipakai, catering, dekorasi, rias busana, entertainment + MC, souvenir, dan kartu undangan. Sekarang sih sudah banyak catering yang menyediakan paket all in one.  Jadi dari cateringnya sendiri, dekorasi, entertainment sampai ke rias busana. Tinggal dipilih saja mau pakai yang lepasan atau paketan. Kalau bisa gunakanlah vendor-vendor yang rekanan dengan gedung sehingga tidak perlu ada charge hanya karna vendornya ga rekanan dengan gedung *mending duitnya buat yang lain :p

8.  Melalui timeline yang sudah dibuat, silahkan di follow up satu persatu apa yang paling urgent dan apa yang masih harus didiskusikan.

9. Berdoa kepada Tuhan agar segala sesuatunya dilancarkan dan dapat selesai tepat pada waktunya.

10. Tersenyumlah dan jangan merasa terbeban untuk menyelesaikan segala sesuatu yang harus dilakukan. Pengalaman saya sendiri, di awal-awal mempersiapkan pernikahan sempet stress sendiri. Karna biasa yang akan sibuk nyari review vendor dan ngurusin segala perintilan adalah cewenya.  Si cami cuma nemenin dan iya-iyain apa yang aku sarankan dan apa yang mau disurvey. Ya bersyukur sih setidaknya dia masih mau nemenin. Hahahaha.

Sekian sedikit tips dari saya bagi capeng yang baru akan mulai untuk menyiapkan weddingnya nanti. Saya sendiri sampai detik ini masih ngurusin ini itu dan belum kelar semua. Tapi ya berserah saja sama Tuhan dan berdoa mudah-mudahan semuanya dilancarkan 🙂

Have a good day!

Almost a decade

Almost a decade. Kira-kira hampir selama itulah saya menjalin hubungan dengan laki-laki ini. Kalau saya coba hitung dari tahun pertama ga pernah terpikir untuk menjalin hubungan selama ini dengan seseorang. Tapi pada akhirnya, laki-laki ini jadi manusia terakhir yang selalu dengan setia menemani saya melewati masa-masa sulit dalam hidup. Menemani saya melewati moment-moment bahagia yang terjadi sekali seumur hidup.

There’s a lot of things that we went through together. And no words can describe my feelings about it.

Pacaran itu rasanya kayak naik jet coaster, ada waktunya hubungan berada di titik yang paling atas, mesra, penuh perhatian, romantis, ya semua hal terbaik dalam hubungan ada di titik ini. Tapi ada saatnya juga hubungan perlahan sampai di titik yang paling rendah. Saat dimana cuma ada rasa kesal, benci, marah dan setiap hari dihiasi dengan pertengkaran yang ga ada ujungnya.

Tapi hari ini saya kembali diingatkan bahwa saat-saat paling buruk dalam hubungan itulah yang mampu membawa kami sampai di titik ini. Yes, we’re getting married 🙂

Tanpa adanya ribut-ribut kecil maupun yang heboh kemarin itu, saya ga akan bisa lebih mengenal siapa laki-laki di sebelah saya ini. Banyaknya perbedaan di antara kami justru pada akhirnya membawa hubungan ini naik ke level yang lebih tinggi.

Perbedaan-perbedaan itu sebisa mungkin selalu kita jadikan sebagai sebuah pembelajaran. Lagipula tidak ada manusia yang 100% memiliki kesamaan dengan orang lain kan 🙂

Saya sendiri sadar bahwa tahap pacaran ini masih pijakan awal untuk kami sebelum nanti kita bersatu dalam sebuah pernikahan. Tapi setidaknya saya sudah punya 9 tahun lebih awal untuk mengenal siapa laki-laki pendamping saya ini. Walaupun belum cukup, banyak hal yang amat saya syukuri dalam 9 tahun ini. Setidaknya itu membuat saya lebih siap untuk menjalani rumah tangga nanti. Mudah-mudahan kalau semua berjalan lancar, November nanti kami akan menikah. Semoga Tuhan selalu menyertai setiap rencana kami. Amin.

First Post

Setelah sekian lama melupakan hasrat dan kenikmatan untuk menulis, jadilah sekarang blog ini dibuat. Benar kata orang menulis itu merupakan salah satu terapi untuk diri sendiri. Ada saat-saat dimana ga semua hal bisa kita share ke orang lain. Bisa jadi karena terlalu pribadi, atau mungkin karna belum tentu orang lain punya waktu luang untuk mendengarkan curahan hati kita.

Sebenarnya ga cuma hal-hal sedih yang bisa kita share, tapi rasa bahagia juga perlu untuk kita bagi ke orang. Happiness is contagius 🙂 Tapi balik lagi ke awal seperti yang sudah saya katakan, sometimes people don’t have many time just to listen what we were thinking about. Hidup di Jakarta itu 24 jam untuk mengurus diri sendiri aja susah. Apalagi untuk ngurusin hidup orang lain :p

So, as my first post i hope this is enough to start another article to read about. Hope you guys enjoy it. Have a good day 🙂